FITNESS & HEALTH

Fakta-fakta Parosmia, yang Dianggap Sebagai Gejala Baru Covid-19

Raka Lestari
Selasa 05 Januari 2021 / 12:00
Jakarta: Beberapa pasien covid-19 dilaporkan mengalami gejala seperti menicum bau ikan yang kuat, sulfur dan bau manis yang tidak enak sebagai gejala covid-19

Efek samping yang tidak biasa ini dikenal sebagai parosmia yang berarti distorsi penciuman. Gejala ini dilaporkan terjadi pada anak muda dan para petugas kesehatan.

Ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan (THT) Profesor Nirmal Kumar menyebut gejala tersebut "sangat aneh dan sangat unik". 

Prof Kumar, yang juga presiden THT Inggris, merupakan salah satu tenaga medis pertama yang mengidentifikasi anosmia sebagai indikator virus korona pada bulan Maret silam sebelum diresmikan sebagai salah satu gejala covid-19. 

Dan saat ini ia juga mencatat bahwa diantara ribuan pasien yang dirawat karena anosmia jangka panjang di Inggris, beberapa diantaranya dilaporkan juga mengalami parosmia. 

Prof Kumar mengatakan kepada Sky News bahwa pasien yang dilaporkan mengalami parosmia tersebut mengalami halusinasi penciuman. “Ini berarti indra penciuman terdistorsi, dan sayangnya, sebagian besar tidak menyenangkan,” kata Prof Kumar. 


mencium
(Para pakar merekomendasikan siapa pun yang terkena parosmia untuk menjalani "pelatihan penciuman" setiap hari selama sekitar 20 detik. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)


Ia menambahkan bahwa hal itu sangat mengganggu pasien dan kualitas hidup pasien-pasien yang mengalami gejala parosmia tersebut sangat terpengaruh. 

Ia mendeskripsikan gejala parosmia tersebut sebagai "virus neurotropik". Prof Kumar menjelaskan, "Virus ini memiliki keterkaitan dengan saraf di kepala dan khususnya, saraf yang mengontrol indra penciuman,” ujarnya. 

“Akan tetapi virus ini juga mungkin memengaruhi saraf lain juga dan menurut kami itu juga bisa memengaruhi neurotransmiter yaitu suatu mekanisme saraf yang mengirim pesan ke otak,” kata Prof. Kumar. 

Ia juga menambahkan, "Beberapa orang melaporkan halusinasi, gangguan tidur, gangguan pendengaran.”

Prof Kumar mengatakan, “Kami masih belum mengetahui secara pasti bagaimana ini bisa terjadi, tetapi sebisa mungkin kami akan segera menemukan cara untuk mencoba dan membantu pasien agar lekas pulih,” ujarnya. 

Charity AbScent, bersama dengan ENT UK dan British Rhinological Society, mencoba mengumpulkan informasi dari ribuan pasien anosmia dan parosmia untuk membantu pengembangan terapi. 

Mereka merekomendasikan siapa pun yang terkena parosmia untuk menjalani "pelatihan penciuman", yaitu dengan mengendus minyak mawar, lemon, cengkih, dan kayu putih setiap hari selama sekitar 20 detik sebagai cara untuk mendapatkan kembali indra penciuman mereka secara perlahan.
(TIN)