FITNESS & HEALTH

Tanda Bahwa Kamu Alergi terhadap Sampo yang Sedang Dipakai

Raka Lestari
Kamis 07 Januari 2021 / 09:21
Jakarta: Kamu pernah mengalami masalah kulit kepala yang kering, gatal, atau mengalami kerontokan rambut? Salah satu penyebabnya adalah sampo yang kamu pakai.

Faktanya, menurut Allergic Living, sampo wangi, atau sampo yang mengandung bahan nabati, adalah penyebab utama alergi dermatitis kontak di antara semua produk kosmetik dan perlengkapan mandi. Alergi dermatitis kontak ini terjadi ketika suatu zat, seperti sampo atau sabun memicu reaksi di kulit.

Ketika ini terjadi, kulit kamu mungkin tampak kemerahan dan terasa gatal. Menurut WebMD, kamu mungkin mengalami gejala seperti bercak bersisik atau lepuh yang mengeluarkan cairan.

Meskipun setiap orang berbeda-beda, gejala ini kemungkinan besar akan bertambah parah, jika kamu terus berinteraksi dengan apa pun yang menyebabkan reaksi alergi seperti sampo yang digunakan. Akan tetapi alergi dermatitis kontak dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk obat-obatan tertentu dan bahkan logam.
 

Cara mencegah dermatitis kontak


Menurut National Eczema Association Amerika Serikat, sebelum kamu membuang produk perawatan tubuh termasuk sampo yang biasa digunakan yang menimbulkan reaksi alergi, sebaiknya periksa terlebih dahulu bahan-bahan yang digunakan dalam produk tersebut.

Jika daftar itu bebas dari isothiazolinones, termasuk methylchloroisothiazolinone dan methylisothiazolinone (MCI / MI), dan kamu tidak mengalami reaksi apapun, maka itu berarti produk tersebut aman. Kamu juga tidak akan mengalami efek samping apapun.

Namun jika kamu tetap merasa khawatir, maka sebaiknya perlu memberikan perhatian lebih ketika membeli sampo di kemudian hari. Hindari sampo yang terbuat dari bahan yang berpotensi sebagai alergen seperti pewangi, cocamidopropyl betaine, dan MCI / MI.

Selain itu, bisa juga melakukan patch test atau mengujinya dengan mengidentifikasi bahan-bahan yang bisa memicu alergi. Kamu bisa melakukan patch test tersebut di dokter, sehingga mereka bisa membantumu mengetahui bahan-bahan apa saja yang bisa memicu alergi.
(FIR)