FITNESS & HEALTH

Bisa Menyerang Paru-paru, Ini yang Dialami Pasien setelah Sembuh dari Covid-19?

Raka Lestari
Jumat 18 Maret 2022 / 08:28
Jakarta: Salah satu organ tubuh yang ikut mengalami dampak ketika terinfeksi covid-19 adalah paru-paru. Bahkan pada beberapa pasien yang sembuh dari covid-19, gangguan pada paru-paru tersebut masih terus terjadi sekalipun sudah sembuh dari covid-19.

“Karena utamanya menyerang paru, covid-19 kerap mengakibatkan jaringan parut atau kerusakan pada paru,” ungkap dr. Amira Anwar, Sp.P, FAPSR, dokter spesialis paru dan pernapasan yang berpraktik di RS Pondok Indah dalam keterangan tertulisnya.

Cedera pada paru inilah, kata dr. Amira, yang kemudian menyebabkan pasien post covid-19 dapat mengalami gejala atau gangguan pernapasan (pneumonia), sehingga menetap selama 4-12 minggu setelah terinfeksi covid-19.

Bahkan menurut dr. Amira, pada beberapa pasien dapat pula terjadi gejala post covid-19 kronis sampai lebih dari 12 minggu. Selain mengobati orang yang tengah terinfeksi, saat ini tenaga kesehatan juga menghadapi gejala-gejala post covid-19.

“Tak hanya pada seseorang yang sebelumnya bergejala berat saja, gejala-gejala post covid-19 ini juga banyak dialami oleh seseorang yang pada saat terinfeksi hanya bergejala ringan, bahkan tanpa gejala apapun,” tutur dr. Amira.

Gejala post covid-19 yang dimaksud antara lain batuk berdahak atau kering, sesak napas, keterbatasan aktivitas, lekas lelah, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, perubahan rasa dan penciuman, perubahan mood, nyeri dada, tenggorokan sakit, serta adanya kelainan pada hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi.

Gejala yang paling banyak dikeluhkan adalah batuk serta hilangnya indra perasa dan penciuman sekitar 32 persen. Untuk menegakkan diagnosis gejala post covid-19 atau long covid, penyintas covid-19 disarankan untuk berkonsultasi ke dokter.  

Dan melakukan beberapa pemeriksaan seperti tes PCR ulang, pemeriksaan darah, radiologi, rekam jantung, dan pemeriksaan uji fungsi paru. Pemeriksaan ini berguna untuk membantu menegakkan diagnosis, guna menangani gejala-gejala post covid-19 yang masih dirasakan.
(FIR)