FITNESS & HEALTH

Mengenal Paxlovid, Pil Covid dari Pfizer yang Masih Dievaluasi BPOM

Mia Vale
Kamis 17 Maret 2022 / 11:05
Jakarta: Kita tentu tahu, penyebaran covid-19 ini bisa merenggut nyawa seseorang, terutama yang termasuk kelompok rentan, seperti lansia dan orang yang memiliki komorbid. 

Nah, saat ini perusahaan farmasi Pfizer, yang mengeluarkan obat covid-19, Paxlovid, mengklaim bisa mengurangi kasus rawat inap bahkan kematian pada orang yang tergolong rentan terhadap covid-19. 

Obat ini berbentuk pil, serupa dengan Molnupiravir keluaran farmasi AS Merck and Co. Hanya saja, Molnupiravir lebih dulu mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lantas, bagaimana dengan Paxlovid? 

"Obat covid-19 Paxlovid milik Pfizer mempunyai regulasinya sendiri. Produk perusahaan baru bisa didaftarkan ke sebuah negara, jika ada permintaan dari negara yang bersangkutan," jelas Kepala BPOM RI, Penny K Lukito, Rabu, 16 Maret 2022. 

Ia juga mengatakan bahwa untuk obat covid-19 dari Merck di AS, Molnupiravir telah mendapatkan EUA dari Badan POM. Dan obat tersebut juga telah tersedia di Indonesia sejak awal tahun ini.

Sedangkan untuk Pfizer Paxlovid, Penny mengaku bahwa masih dalam proses dan sedang menunggu data yang ada, di mana akan disubmit. Dengan kata lain, saat ini, obat tersebut masih dalam evaluasi. Prosesnya masih proaktif.


paxlovid Pil Covid dari Pfizer
(BPOM masih menunggu data mengenai Paxlovid. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Apa itu Paxlovid?


Dilansir dari Ema.europa.eu dan The Conversation, Paxlovid adalah kombinasi dari dua obat yang berbeda – obat HIV ritonavir (kapsul) dan obat percobaan PF-07321332 (pil). Ritonavir melindungi tubuh dari metabolisme PF-07321332. 

Ia bekerja dengan dipecah oleh tubuh terlebih dahulu (dikenal sebagai bahan kimia korban) untuk memastikan cukup PF-07321332 mencapai virus utuh.

PF-07321332 adalah yang disebut protease inhibitor (seperti ritonavir). Ini memblokir aksi enzim vital (protease) dan menghentikan SARS-CoV-2 membuat salinan (copy-an dari) dirinya sendiri.

Dalam laman tersebut juga disebutkan juga bahwa Pfizer mengatakan antiviral covid-nya dengan treatment Paxlovid dapat efektif untuk memotong kemungkinan berakhir di rumah sakit atau kematian dengan persentase sebanyak 89 persen.

(TIN)