FITNESS & HEALTH

3 Mitos Kesehatan Soal Kehujanan

Sri Yanti Nainggolan
Selasa 14 September 2021 / 14:41
Jakarta: Musim hujan sudah datang. Sejumlah mitos bermunculan di musim yang dianggap rentan pada kesehatan ini. 

Cuaca yang tak menentu terkadang membuat sehingga badan merasa tak enak. Namun, ternyata penyebabnya tak selalu karena air hujan. 

Berikut adalah beberapa mitos kesehatan terkait kehujanan dilansir dari KlikDokter. 

1. Kehujanan bikin batuk dan pilek

Umumnya, orang langsung mandi dan keramas setelah basah kuyup karena kehujanan agar tak terkena batuk dan pilek. Faktanya, kedua penyakit tersebut tak serta merta muncul karena sekali kehujanan.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, tubuh menjadi mudah sakit karena adanya perubahan suhu yang ekstrem. Minimnya aktivitas fisik karena musim hujan juga membuat orang cenderung tidak bisa olahraga. Paparan sinar matahari yang kurang pun dapat memicu dua penyakit tersebut. 

2. Air hujan membuat kulit rusak

Banyak orang yang meyakini kalau kehujanan bisa membuat kulit rusak. Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, kelembapan udara saat hujan turun justru bisa membuat kulit menjadi semakin sehat. Alasannya, air hujan memiliki pH basa yang baik untuk kulit tubuh. 

3. Hujan dan gerimis sebabkan sakit kepala

Sebagian orang juga percaya bahwa saat kepala terkena gerimis atau hujan bisa membuat sakit kepala. Faktanya, dr. Atika dari KlikDokter menyebutkan sakit kepala yang terjadi setelah terkena air hujan tidak memiliki hubungan sebab akibat yang jelas.

Menurut dia, kehujanan tak serta merta membuat orang mengalami sakit kepala. Dia menduga, penurunan tingkat imunitas yang menjadi biang keladinya.

"Kehujanan dalam durasi yang cukup lama bisa membuat orang kedinginan. Nah, ketika suhu tubuh terlalu rendah, hal itu bisa menurunkan sistem imunitas tubuh sehingga mudah terinfeksi penyakit, salah satunya virus flu," beber dr Atika.
(MBM)