FITNESS & HEALTH

Penyebab Terjadinya Bau Mulut dan Gusi Berdarah

Raka Lestari
Selasa 14 September 2021 / 19:10
Jakarta: Salah satu gangguan yang cukup sering terjadi pada mulut adalah gusi berdarah dan bau mulut. Pada masalah bau mulut khususnya, seringkali menyebabkan seseorang menjadi tidak percaya diri. Dan ini tentunya bisa sangat menganggu.

Menurut drg. Benso Sulijaya Suyono, Sp.Perio(K), PhD, Dokter Gigi Spesialis Periodonsia Konsultan RSUI, bau mulut dalam istilah medisnya dikenal dengan halitosis, merupakan suatu masalah di rongga mulut yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Di antaranya akibat mengonsumsi makanan yang berbau tajam (seperti jengkol atau pete), merokok, kebersihan mulut yang buruk, mulut kering, penggunaan obat-obatan khusus, infeksi rongga mulut, infeksi pada rongga hidung, sinus, tenggorokan, dan paru-paru, adanya penyakit sistemik (kanker, GERD, ginjal, hati, gangguan metabolik), serta masalah psikis.

“Rongga mulut adalah jendela kesehatan kita. Sebanyak 700 spesies bakteri berkolonisasi di gigi, gusi, dan permukaan dalam pipi. Dari 700 spesies bakteri ini tidak semuanya jahat, namun ada beberapa bakteri yang perlu kita waspadai” ujar drg. Benso.

Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang lain adalah penyakit gusi, yaitu penyakit inflamasi pada gusi dan tulang penyangga gigi. Penyakit gusi mulai banyak terjadi pada kisaran usia 36 tahun ke atas. Penyakit gusi umumnya disebabkan oleh penumpukan bakteri plak gigi dan juga dapat terkait penyakit sistemik.

"Warna gusi yang sehat yaitu pink coral atau merah muda pucat, tidak ada perdarahan gusi, bagaimana kita tahu tanda awal terjadinya peradangan gusi yaitu adanya benjolan pada gusi. Penyakit gusi dapat berdampak pada beberapa bagian tubuh, di antaranya berpengaruh terhadap kualitas hidup secara umum," terang drg. Benso.

Orang dengan penyakit gusi berisiko memiliki penyakit jantung, pneumonia dan penyakit saluran napas. Selain itu, memperparah kondisi gula darah pada penderita diabetes, serta berhubungan dengan penyakit sendi.

Mencegah penyakit gusi sangatlah penting, jika muncul gejala penyakit gusi sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter, untuk ditelusuri terlebih dahulu penyebabnya. Sehingga nantinya dapat dilakukan penanganan yang tepat.

“Tips pencegahan penyakit gusi di antaranya dengan menyikat gigi rutin minimal 2 kali sehari, gunakan benang gigi atau sikat gigi khusus sela-sela gigi, berkumur dengan obat kumur jika perlu, bersihkan karang gigi setiap 6 bulan sekali, lakukan check-up gigi rutin ke dokter gigi, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta dapat mengonsumsi probiotik (tablet hisap)," tutup drg. Benso.
(FIR)