FITNESS & HEALTH

Hati-hati, Covid-19 Masih Sangat Menular dan Berapa Lama Menularkannya?

Mia Vale
Rabu 16 Februari 2022 / 08:05
Jakarta: Banyak negara bagian yang mencabut mandat masker mereka karena kasus covid-19 terus menurun. Tapi, bukan berarti virus itu tidak lagi berbahaya.

Varian Delta dan Omicron masih sangat menular dan harus ditanggapi dengan serius. Berikut berapa lama covid-19 menular, dan bagaimana melindungi diri kamu dan orang lain darinya. 

Covid-19 menular selama 10 hari setelah pertama kali melihat gejala, dan untuk orang dengan covid-19 yang lebih parah, masa menularnya bisa 20 hari atau lebih. 

Bila kamu menduga memiliki covid-19, lakukan tes untuk memastikan dan tetap di rumah untuk melindungi orang lain. Begitulah yang dikatakan Komisaris Departemen Kesehatan Masyarakat Chicago, Dr Allison Arwady, yang sudah dilansir dari Eat This, Not That!
 

Pakai masker 


Mandat masker dicabut, tetapi mengenakan masker di area dalam ruangan yang ramai masih merupakan cara yang sangat efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari covid-19. Apalagi kita tidak tahu siapa yang divaksinasi atau tidak, atau mungkin menular. 

"Hanya saja ada banyak kecaman dalam hal apa yang dikatakan orang, karena pada awal pandemi, orang-orang mengatakan untuk tidak memakai masker, dan sekarang semua ahli kesehatan mengatakan bahwa kamu harus memakai masker. Pengobatan berubah dan berkembang. Semakin banyak kita belajar tentang sesuatu, semakin baik kita bisa mengobatinya.


manfaat vaksinasi
(Pemberian vaksin covid-19 memiliki banyak manfaat di antaranya meningkatkan kekebalan tubuh dari paparan covid-19 serta mencegah mutasi baru dari covid-19. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Dapatkan vaksinasi


Tetap up-to-date dengan vaksinasi dan booster covid-19 adalah cara terbaik untuk melindungi diri agar tidak terinfeksi. Tapi ingatlah untuk terus berhati-hati di sekitar sekelompok besar orang, terutama di dalam ruangan. 

"Karena vaksin tidak 100 persen efektif, karena jumlah orang yang divaksinasi lengkap meningkat, jumlah infeksi terobosan vaksin juga akan meningkat," saran CDC. Namun, risiko infeksi tetap jauh lebih tinggi pada orang yang tidak divaksinasi daripada orang yang divaksinasi.
 

Bagaimana dengan "covid panjang"? 


Long covid adalah istilah yang biasa digunakan ketika gejala terkait covid-19 berlanjut selama berbulan-bulan. Walaupun ada juga kemungkinan seseorang terinfeksi varian baru seperti Omicron. 

Jika merasa tidak enak badan dan tidak yakin apakah yang kamu alami adalah long covid atau infeksi baru, lakukan tes dan gunakan tindakan pencegahan seperti jarak sosial dan penggunaan masker untuk melindungi orang-orang di sekitar. 

"Jika kamu memiliki gejala covid-19 yang lama, segera cari perawatan," imbuh anggota AMA Devang Sanghavi, MD. "Seperti yang telah kita lihat dalam banyak survei dan studi tentang sindrom pascacovid bahwa biasanya kondisi ini tidak datang dengan hanya satu gejala, ada sekelompok gejala. Jadi, jangan langsung memberi label sebagai pascacovid. 
 

Waspadai covid-19 di lingkungan 


Berhati-hatilah dengan melacak berapa tingkat covid-19 di komunitas kamu, dan sesuaikan perilaku kamu dengan risikonya. Misalnya, jika tingkat melonjak, hindari area dalam ruangan yang ramai bahkan jika kamu mengenakan masker. Data yang relevan sering kali dapat ditemukan di situs web departemen kesehatan setempat atau di Tampilan Wilayah Pelacak Data Covid CDC. 
 

Bagaimana tetap aman?


Ikuti dasar-dasar kesehatan masyarakat dan bantu akhiri pandemi ini, di mana pun kamu tinggal. Dapatkan vaksinasi atau dorong secepatnya jika kamu tinggal di daerah dengan tingkat vaksinasi rendah. 

Kenakan masker wajah N95, jangan bepergian, jarak sosial, hindari kerumunan besar, jangan pergi ke dalam rumah dengan orang yang tidak kamu tempati, selalu menjaga kebersihan tangan. Untuk menjalani hidup kamu yang paling sehat, jangan lewatkan saran yang menyelamatkan jiwa ini.

(TIN)