FITNESS & HEALTH

Aliando Syarief Akui Mengidap OCD, Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Cindy
Sabtu 29 Januari 2022 / 19:21
Jakarta: Aktor Aliando Syarief mengaku didiagnosa mengidap Obsessive Compulsive Disorder (OCD) ekstrem. Hal ini yang membuat aktor top itu jarang muncul di televisi beberapa tahun terakhir. 

"Baru aja dapat musibah terkena gangguan obsessive compulsive disorder yang cukup mengganggu jadi harus diam," kata Aliando dalam Instagram Live, Kamis, 27 Januari 2022.

Aliando mengaku dirinya sempat mengalami gangguan OCD sejak kelas 2 SD. Penyakit ini kembali muncul saat dirinya berusia 25 tahun dan semakin parah. Saat ini, Aliando tengah menjalani terapi untuk mengatasi gangguan OCD ekstrem yang dideritanya. 

Apa itu OCD?

Melansir Healthline, OCD merupakan kondisi kesehatan mental kronis yang melibatkan obsesi, kompulsi, atau keduanya. Orang yang hidup dengan OCD biasanya melakukan hal secara berulang-ulang sebagai respons terhadap ketakutannya. Misalnya, memeriksa ulang untuk memastikan mereka telah mengunci pintu depan atau mematikan kompor. 

Baca: Idap OCD Ekstrem, Aliando Syarief Sempat Berniat Bunuh Diri

Penyebab OCD

Dilansir dari alodokter, penyebab OCD belum diketahui secara pasti, tetapi kondisi ini diduga terkait dengan faktor genetik, lingkungan, dan perubahan pada senyawa kimia otak. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan OCD, antara lain:
1. Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita gangguan obsesif kompulsif
2. Menderita gangguan mental lain, seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar, depresi, atau sindrom Tourette
3. Pernah mengalami peristiwa yang menyebabkan trauma atau stres, seperti perundungan (bullying), kekerasan fisik, atau pelecehan seksual
4. Memiliki kepribadian yang sangat disiplin, terlalu teliti, serta ingin semua hal terlihat rapi. 

Gejala gangguan OCD

Gejala gangguan OCD dibagi menjadi dua, yakni gejala obsesi dan gejala kompulsi. Gejala obsesi meliputi:
- Takut terkontaminasi sehingga tidak menyentuh benda-benda yang telah disentuh orang lain 
- Keraguan bahwa penderita telah mengunci pintu atau mematikan kompor 
- Stres yang intens ketika objek tidak teratur atau menghadap ke arah tertentu 
- Gambaran penderita mengendarai mobil ke kerumunan orang 
- Pikiran tentang meneriakkan kata-kata kotor atau bertindak tidak pantas di depan umum 
- Gambar seksual yang tidak menyenangkan
- Menghindari situasi yang dapat memicu obsesi, seperti berjabat tangan. 

Sementara gejala kompulsi, meliputi:
- Mencuci tangan sampai kulit menjadi perih 
- Memeriksa pintu berulang kali untuk memastikan pintu terkunci 
- Memeriksa kompor berulang kali untuk memastikannya mati 
- Menghitung dalam pola tertentu 
- Diam-diam mengulangi doa, kata, atau frase 
- Mengatur benda dengan teratur. 

Baca: Aliando Beberkan Gangguan Mentalnya ke Publik, Ibunda Bangga
(CIN)