FITNESS & HEALTH

Mengapa Perempuan Lebih Rentan Mengalami Osteoporosis?

Raka Lestari
Jumat 23 Oktober 2020 / 20:00
Jakarta: Osteoporosis merupakan penurunan kualitas dan kepadatan tulang yang membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 32,3 %  perempuan Indonesia mengalami osteoporosis.

“Perempuan banyak mengalami fase dalam kehidupannya. Di setiap fase ini, kepadatan tulang dapat berkurang dan puncaknya saat seorang perempuan memasuki fase menopause, di mana kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium akan berkurang karena sudah tidak menghasilkan hormon estrogen,” jelas Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Pakar Gizi Medik FKUI-RSCM.

Prof. Saptawati juga menambahkan bahwa perempuan hamil dan menyusui pun menjadi salah satu kelompok yang berisiko terkena osteopororsis. Berdasarkan penelitian International Osteoporosis Foundation, risiko perempuan untuk terkena osteoporosis empat kali lebih tnggi dibandingkan laki-laki.

“Pada saat perempuan mengalami menopause, ketika menopause sudah berlangsung lama maka estrogen dalam tubuhnya semakin lama semakin menipis. Sehingga dapat menyebabkan peningkatan osteoporosis. Ditambah lagi, dengan seiring bertambahnya usia maka kepadatan tulang akan semaking berkurang,” ujar Prof. Saptawati, dalam Virtual Media Briefeing CDR Ajak Permpuan Indonesia Cegah Osteoporosis.

Menurut Prof. Saptawati massa puncak penulangan hanya sampai usia 30 tahun. Setelah itu akan terjadi penurunan massa tulang. Kemudian menipis yang dapat meningkatkan risiko osteopenia dan osteoporosis. Jika kondisi ini tidak dicegah dan ditangani dengan baik, maka dapat berpengaruh pada kualitas hidup perempuan.

Perempuan memiliki peran penting bagi keluarga dan pemberdayaan dirinya sendiri. Memiliki tulang yang sehat dan kuat akan membantu perempuan dalam menjaga kualitas hidupnya baik pada saat ini maupun di masa depan.

"Untuk itu, penting sekali asupan kalsium dan Vitamin D dalam meningkatkan kesehatan tulang dalam jangka panjang. Vitamin D terlibat dalam penyerapan kalsium di usus halus, tanpa asupan vitamin D yang cukup bisa jadi penyerapan kalsium tidak maksimal,” jelas Prof. Saptawati.

“Vitamin D kemudian lebih mengoptimalkan dan menjaga kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD) dan meningkatkan kekuatan otot. Perempuan Indonesia dianjurkan untuk mengonsumsi suplementasi yang mengandung kalsium dan vitamin D tersebut,” tutup Prof. Saptawati.
(FIR)