FITNESS & HEALTH

Fase Kritis DBD pada Anak dan Pertolongan yang Bisa Dilakukan

Raka Lestari
Kamis 10 Juni 2021 / 15:37
Jakarta: Penyakit infeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menyebabkan perdarahan atau bahkan kematian.

Ini juga termasuk masa-masa kritis yang terkadang sering dilupakan, sehingga bisa menimbulkan keparahan terutama jika terjadi pada anak-anak.

“Biasanya perjalanan penyakit infeksi dengue adalah tujuh hari. Tiga hari pertama adalah fase demam, kemudian setelah hari ketiga pada saat suhu turun disinilah yang kita sebut fase kritis,” ujar dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA (K), MSc, Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSCM – FKUI, dalam keterangan pers Kementerian Kesehatan terkait dengan Asean Dengue Day pada Kamis, 10 Juni 2021.

Pada fase kritis tersebut, menurut dr. Rahma bisa terjadi kebocoran dari pembuluh darahnya sehingga terjadi syok hipovolemik.

“Jadi pembuluh darahnya bocor, keluar cairan sehingga menyebabkan pembuluh darah bisa kolaps dan terjadi syok hipovolemik dan itu kalau terlambat bisa menyebabkan kematian.”

“Jadi pada saat suhu turunlah, yang harus diperhatikan oleh orang tua jika anak malas minum, tidur terus, kemudian aktivitas juga berkurang, buang air kecil jarang, hati-hati sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit. Jadi fase kritisnya adalah hari ketiga sampai keenam,” jelas dr. Rahma.

Agar tidak terlambat, dr. Rahma menjelaskan pertolongan pertama dalam mengatasi demam pada anak:


dbd
(Menurut dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA (K), MSc, Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSCM – FKUI fase kritis ada di hari ke-3 sampai ke-6. Di saat ini kamu perlu perhatikan kebutuhan anak, asupan dan obat parasetamol misalnya. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

Berikan obat penurun panas


- Beri parasetamol setiap 4 jam
- Jika ada riwayat kejang demam, berikan obat penurun panas segera dengan sendok takar obat 5ml
 

Kompres


- Kompres dengan air hangat selama 30 menit, yang dikompres adalah bagian lipatan ketiak karena disitulah lewatnya pembuluh darah besar. Dikompres supaya penguapan terjadi dan panasnya cepat turun
- Jangan membungkus anak dengan baju dan selimut berlapis-lapis
- Gunakan pakaian yang tipis dan ringan
- Jangan kompres dengan air dingin/alkohol
 

Minum sesering mungkin 


- Beri tambahan cairan untuk mencegah dehidrasi/mengganti kehilangan cairan (ASI/susu, jus buah, atau minuman elektrolit)
- Istirahat yang cukup, metabolisme/kerja tubuh berkurang
- Aktivitas dikurangi, untuk menurunkan suhu tubuh.
(TIN)