FITNESS & HEALTH

Apakah Obat Fibrosis Paru Bisa Mengobati Pasien Gagal Jantung?

Kumara Anggita
Kamis 26 Agustus 2021 / 10:03
Jakarta: Beberapa obat memang bisa mengatasi berbagai penyakit. Misalnya, penelitian baru menunjukkan bahwa obat yang biasanya diresepkan untuk pasien fibrosis paru dapat memberikan harapan bagi mereka yang menderita gagal jantung.

Dikutip dari Express, National Institute for Health Research menemukan bahwa obat yang dimaksud adalah Pirfenidone.

Gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang diawetkan (HFpEF), juga disebut gagal jantung diastolik. Adalah sindrom klinis yang terjadi ketika bilik kiri bawah (ventrikel kiri) tidak dapat terisi dengan baik oleh darah selama fase diastolik (pengisian). Fraksi ejeksi mengukur berapa banyak darah di dalam ventrikel yang dipompa keluar dengan setiap kontraksi.

Nick Hartshorne-Evans, pendiri kelompok kampanye Pumping Marvellous, mengatakan bahwa, meningkatkan kualitas hidup pasien adalah hal yang perlu diutamakan. Hanya ada sedikit pilihan pengobatan HFpEF.

"Bahkan National Institute for Health and Care Excellence tidak memiliki pedoman khusus mengenai hal tersebut," kata Nick Hartshorne-Evans.

Dalam percobaan baru-baru ini, 47 pasien dengan HFpEF diberi tablet pirfenidone setiap hari selama satu tahun. Pada satu tahun pasien menjalani pemindaian, yang mengungkapkan bahwa jaringan parut pada jaringan jantung telah menurun rata-rata 1,21 persen.

“Gagal jantung adalah penyakit yang menghancurkan seperti beberapa kanker yang paling umum. Namun, profilnya jauh lebih rendah dan pilihan pengobatan untuk HFpEF sangat terbatas,” kata Dokter Chris Miller dari University of Manchester dan konsultan ahli jantung di Manchester University NHS Foundation Trust.

Pengurangan jaringan parut jantung ini dapat diterjemahkan ke dalam pengurangan substansial dalam tingkat kematian dan masuk ke rumah sakit karena gagal jantung. Peningkatan terkait dalam retensi cairan memberikan dukungan untuk jaringan parut jantung memiliki peran kausal dalam gagal jantung dan menjadi target pengobatan yang efektif,” lanjutnya.

Mekanisme kerja obat yang tepat belum diketahui. Namun, para ilmuwan percaya pirfenidone memiliki sifat antifibrotik dan anti-inflamasi.
(FIR)