FITNESS & HEALTH

Belum Banyak yang Mengetahui, Apa Itu Kanker Ginjal RCC?

Raka Lestari
Selasa 31 Agustus 2021 / 12:06
Jakarta: Banyak orang yang mungkin belum pernah mendengar atau mengetahui kanker Karsinoma Sel Renal atau Renal Cell Carcinoma (RCC). Padahal menurut data GLOBOCAN pada 2020, di Indonesia terdapat 2.394 kasus baru kanker ginjal dengan tingkat kematian sebanyak 1.358.

“Meski RCC menempati urutan ke-22 dari seluruh jenis kanker di Indonesia, RCC perlu dikenali dan diwaspadai karena seringkali tidak ada gejala spesifik pada saat awal, sehingga sebagian besar pasien kanker ginjal datang pada stadium lanjut, dan proses perawatan menjadi tantangan yang lebih sulit," jelas Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, dalam keterangan tertulisnya, pada Senin, 30 Agustus 2021.

Gejala RCC pada stadium awal seringkali tanpa gejala, namun ketika telah terjadi hematuria atau urine berdarah, nyeri pinggang, benjolan yang dapat diraba, dan biasanya sudah membesar, demam yang tidak diketahui asalnya, serta gejala anemia, kondisi tersebut sudah pada stadium lanjut.

Prof. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM menjelaskan bahwa faktor risiko RCC di antaranya adalah:

- Kebiasaan merokok.
- Obesitas.
- Penggunaan phenacetin yaitu obat penghilang rasa sakit dan penurun demam secara berlebihan.
- Paparan asbestos, admium, bahan penyamakan kulit, dan produk minyak bumi.
- Faktor mutasi genetik terutama pada gen Von Hippel-Lindau, yang merupakan mutasi genetik dengan karakteristik adanya pembentukan tumor dan kista di bagian organ tubuh.

“Untuk mengetahui jika seseorang terkena RCC, dilakukan diagnosa CT tiga dimensi atau MRI, dan melalui operasi untuk konfirmasi ketepatan diagnosa. Perawatan dilakukan dengan pembedahan untuk stadium awal dilanjutkan dengan terapi target, protokol eksperimental, atau terapi paliatif jika sudah pada stadium lanjut,” tambah Prof. Aru.

Meski banyak ditemukan pada stadium lanjut saat diagnosis, sebagian RCC dapat dilokalisir. Sedangkan yang bersifat ganas dapat bermetastasis ke organ lain, biasanya pada kelenjar getah bening, paru-paru, kelenjar adrenal, hati, otak dan tulang.

Lebih lanjut Prof. Aru mengutarakan bahwa untuk RCC stadium awal, dapat dirawat dengan operasi. Sedangkan pada stadium lanjut mengikuti terapi paliatif atau terapi pengobatan terkini yang saat ini masih bersifat uji coba. 
(FIR)