FITNESS & HEALTH

Mengenal Kanker Paru yang Diderita oleh Ketua DPP NasDem Walhi Emmy Hafild

Yatin Suleha
Minggu 04 Juli 2021 / 17:56
Jakarta: Ketua DPP NasDem Walhi Emmy Hafild hari ini meninggal dunia. Hal ini ditulis dalam kicauan Ketua DPP NasDem Taufik Basari, pada Sabtu, 3 Juli 2021. "Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun, mbak Emmy Hafild, Ketua DPP Partai @NasDem bidang Maritim, mantan Direktur Eksekutif Walhi, aktivis perempuan dan lingkungan hidup telah meninggalkan kita," tulis Taufik Basari.

Dalam pemberitaan Medcom.id sebelumnya "Ketua DPP NasDem Walhi Emmy Hafild Meninggal karena Kanker Paru", disebutkan ia meninggal karena kanker paru.

Dalam laman resmi Kemenkes disebutkan bahwa kanker paru adalah semua penyakit keganasan pada jaringan paru. Keganasan tersebut dapat berasal dari paru sendiri (primer) maupun keganasan dari luar paru (metastasis).

Dalam 'Panduan Penatalaksanaan Kanker Paru' dari Kemenkes dipaparkan bahwa datanya kanker paru merupakan penyebab utama keganasan di dunia. Angkanya mencapai hingga 13 persen dari semua diagnosis kanker. 

Selain itu, kanker paru juga menyebabkan 1/3 dari seluruh kematian akibat kanker pada laki-laki. Di Amerika Serikat, diperkirakan terdapat sekitar 213.380 kasus baru pada tahun 2007 dan 160.390 kematian akibat kanker paru. 

Berdasarkan data WHO, kanker paru merupakan jenis kanker terbanyak pada laki-laki di Indonesia, dan terbanyak kelima untuk semua jenis kanker pada perempuan. Kanker paru juga merupakan penyebab kematian akibat kanker terbanyak pada laki-laki dan kedua pada perempuan.

Hasil penelitian berbasis rumah sakit dari 100 RS di Jakarta, kanker paru merupakan kasus terbanyak pada laki-laki dan nomor 4 terbanyak pada perempuan tapi merupakan penyebab kematian utama pada laki-laki dan perempuan. 

Data hasil pemeriksaan di laboratorium Patalogi Anatomi RSUP Persahabatan kanker paru merupakan lebih dari 50 persen kasus dari semua jenis kanker yang didiagnosa. 

Data registrasi kanker Rumah Sakit Dharmais tahun 2003-2007 menunjukkan bahwa kanker trakea, bronkus dan paru merupakan keganasan terbanyak kedua pada pria (13,4 persen) setelah kanker nasofaring (13,63 persen) dan merupakan penyebab kematian akibat kanker terbanyak pada pria (28,94 persen).


paru
(Beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan kanker paru antara lain, kebiasaan merokok (penyebab utama), faktor usia (di atas 50 tahun), faktor genetik, dan lainnya. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

Gejala kanker paru


Gejala kanker paru disebutkan dalam laman yang sama pada tahap awal kanker paru tidak menyebabkan gejala apa pun. Gejala hanya muncul ketika perkembagan kanker telah mencapai suatu tahap tertentu.

Berikut gejala awal yang timbulnya kanker paru seperti dilansir dari Kemenkes:

- Batuk berkelanjutan dan bertambah parah, hingga akhirnya mengalami batuk darah
- Mengalami kelelahan tanpa alasan
- Mengalami sesak napas dan rasa nyeri di dada
- Pembengkakan pada muka atau leher
- Sakit kepala
- Sakit pada tulang, bisa pada bahu, lengan atau tangan
- Berat tubuh menurun
- Kehilangan selera makan
- Suara menjadi serak
- Kesulitan menelan atau sakit saat menelan sesuatu
- Perubahan pada bentuk jari, yaitu ujung jari menjadi cembung
 

Faktor risiko kanker paru


Beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan kanker paru antara lain:
1. Kebiasaan merokok (penyebab utama)
2. Faktor usia (di atas 50 tahun)
3. Faktor genetik (riwayat kanker paru dalam keluarga)
4. Faktor karsinogen (di antaranya yaitu zat kimia, radiasi, virus, hormon, dan iritasi kronis)
5. Faktor perilaku atau gaya hidup (yaitu kebiasaan merokok dan terpapar asap rokok)
 

Pencegahan panyakit kanker paru


Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah panyakit kanker paru antara lain berhenti merokok dan menghindari asap rokok, memilih menu yang sehat, serta berolahraga secara teratur.

(TIN)