FITNESS & HEALTH

Lebih Bahaya dari Delta Plus, Kenali Gejala Varian Baru Covid-19 Omicron

Cindy
Senin 29 November 2021 / 13:44
Jakarta: Varian baru covid-19 B.1.1.529 atau Omicron memicu kekhawatiran global. Varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan itu disebut lebih berbahaya ketimbang varian Delta Plus. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan varian Omicron dapat memicu terjadinya infeksi ulang di tubuh seseorang yang pernah terjangkit covid-19. Varian B.1.1.529 ini juga lebih cepat berkembang dibanding varian lainnya. 

Ahli virologi dari Imperial College London, Tom Peacock, menyebut varian Omicron membawa 32 mutasi pada spike protein yang memengaruhi kemampuan virus dalam menginfeksi dan menyebar. Virus ini juga dapat menghambat sel kekebalan tubuh untuk bertahan dari serangan virus tersebut. 

Peacock bahkan membandingkan varian terbaru yang ditemukan pertama kali di Botswana itu dengan varian Delta. Pasalnya, varian Delta yang saat ini menjadi varian terbanyak di dunia punya 16 mutasi spike protein. 

"Sangat, sangat banyak yang harus dipantau karena profil spike protein yang mengerikan itu," ucap Peacock dikutip dari The Guardian, Senin, 29 November 2021. 

Baca: WHO Belum Dapat Pastikan Karakteristik Varian Omicron

Gejala Varian Omicron

Ilustrasi varian baru covid-19 omicron. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id.

Dokter asal Afrika Selatan, Angelique Coetzee, pertama kali memperingatkan keberadaan varian Omicron kepada pemerintah. Menurutnya, gejala yang dipicu varian tersebut tidak biasa, namun cenderung ringan. 

Sejak awal November, Coetzee menerima satu keluarga beranggotakan empat orang yang terbukti positif covid-19. Namun, keempat pasien itu mengalami gejala yang jarang dikaitkan dengan covid-19. Hal serupa juga terjadi pada 20 pasien yang ditanganinya. 

Berikut tiga gejala varian Omicron yang disebut tidak biasa namun cenderung ringan:
  • kelelahan hebat
  • suhu tubuh tinggi
  • detak jantung sangat tinggi
Gejala itu didapat dari perawatan terhadap 24 pasien yang merupakan individu sehat. Coetzee memiliki kekhawatiran bahwa varian ini bisa berdampak lebih berat bila mengenai orang-orang yang berisiko, seperti kelompok lanjut usia (lansia) dengan komorbid. 

"Apa yang kami khawatirkan sekarang adalah orang-orang tua yang belum divaksinasi. Jika mereka terinfeksi dengan varian baru ini, kemungkinan akan ada semacam gejala berat," kata Coetzee.

Baca: Pemerintah Diminta Tidak Anggap Enteng Varian Omicron
(CIN)