FITNESS & HEALTH

Begini Penjelasan Ilmiah dari Fenomena Anak Makan Kertas di Bekasi

Raka Lestari
Kamis 24 Maret 2022 / 19:28
Jakarta: Anak berusia 3 tahun di Bekasi, Jawa Barat menjadi viral karena kebiasaan yang tidak lazim yaitu gemar memakan kertas. Selain makan kertas, ternyata balita yang tinggal di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi ini juga senang mengonsumsi busa Styrofoam dan juga sandal.

Lantas, mengapa anak tersebut bisa melakukan hal demikian? Menurut dr. Citra Amelinda, SpA fenomena anak yang suka makan kertas ini disebut dengan Pica.

“Kebiasaan ini bisa mencerminkan adanya gangguan nutrisi. Sebaiknya segera bawa ke dokter anak terdekat,” ujar dr. Citra.
 

Apa itu pica?


Dilansir dari Healthline, orang dengan gangguan pica secara kompulsif makan makanan yang tidak memiliki nilai gizi. Seseorang dengan pica mungkin makan barang-barang yang relatif tidak berbahaya, seperti es.

Atau mereka mungkin memakan barang-barang yang berpotensi berbahaya, seperti serpihan cat kering atau potongan logam. Gangguan ini paling sering terjadi pada anak-anak dan ibu hamil. Biasanya bersifat sementara.

Temui dokter segera jika anak tidak dapat menahan diri untuk tidak makan makanan non-makanan tersebut. Perawatan dapat membantu anak menghindari efek samping yang berpotensi serius.

Pica juga terjadi pada orang yang memiliki cacat intelektual. Biasanya cenderung lebih parah dan berlangsung lebih lama pada orang dengan cacat perkembangan yang parah.
 

Apa yang harus diperhatikan?


Orang dengan pica biasanya mengonsumsi non-makanan secara teratur. Perilaku tersebut harus berlanjut setidaknya selama satu bulan untuk memenuhi syarat sebagai pica. Pada orang yang mengalami pica biasanya akan mengonsumsi:

- Es
- Sabun mandi
- Kancing
- Tanah liat
- Rambut
- Kotoran
- Pasir
- Sisa rokok yang tidak terpakai
- Abu rokok
- Cat
- Lem
- Kapur
- Non-makanan lainnya
- Penyebab pica

Tidak ada penyebab tunggal dari terjadinya gangguan makan pica. Dalam beberapa kasus, kekurangan zat besi, zinc, atau nutrisi lain dapat dikaitkan dengan pica. Misalnya, anemia, biasanya karena kekurangan zat besi yang mungkin menjadi penyebab utama pica pada ibu hamil.

Mengidam yang tidak biasa juga mungkin merupakan tanda bahwa tubuh sedang mencoba untuk mengisi kembali tingkat nutrisi yang rendah. Orang dengan kondisi kesehatan mental tertentu, seperti skizofrenia dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dapat mengembangkan pica sebagai mekanisme koping.

Beberapa orang bahkan mungkin menikmati dan mendambakan tekstur atau rasa dari makanan non-makanan tertentu. Dalam beberapa budaya, makan tanah liat adalah perilaku yang diterima.

Bentuk pica ini disebut geophagia. Diet dan malnutrisi juga dapat menyebabkan pica. Mengonsumsi non-makanan mungkin dapat membantu seseorang merasa kenyang.
(FIR)