FITNESS & HEALTH

Beda Minyak Zaitun yang Difilter dan Tanpa Filter

Mia Vale
Minggu 10 April 2022 / 16:00
Jakarta: Pernahkah kamu melihat minyak zaitun yang masih terdapat sisa partikel zaitun di bagian bawah botolnya atau terlihat keruh? Ini disebut dengan minyak zaitun tanpa filter atau unfiltered olive oil. Sedangkan pastinya kamu familier dengan minyak zaitun yang bersih tanpa sisa atau filtered EVOO (extra-virgin olive oil).

Minyak zaitun sendiri memiliki nutrisi seperti antioksidan dan lemak tak jenuh, sehingga aman untuk dikonsumsi. Namun, banyak pula yang menganggap minyak zaitun tidak boleh digunakan untuk memasak.

Ini utamanya bagi minyak zaitun yang tak berfilter alias yang masih tersisa residual atau masih terlihat keruh. Dalam Spanish-oil disebutkan bahwa minyak zaitun tak berfilter lebih rentan terhadap udara, panas, cahaya, dan waktu pemakaian.

Nah, Max Lugavere, penulis buku terlaris New York Times, 'Genius Kitchen' mengingatkan bahwa jangan memasak dengan minyak zaitun tanpa filter, walaupun sebenarnya minyak zaitun menyehatkan otak. Mengapa? 

"Minyak zaitun extra-virgin, dalam pandangan saya, adalah obat untuk otak. Ini juga merupakan makanan pokok dari diet Mediterania, yang biasa disebut sebagai diet terbaik untuk kesehatan otak, berkat kandungannya yang banyak. antioksidan, fitosterol, dan vitamin," jelas Lugavere, seperti yang dilansir dari Mindbodygreen. 


minyak zaitun tanpa filter
(Ini perbedaan dari minyak zaitun yang tak berfilter dengan yang sudah difilter. Foto: Dok. Aceitedelasvaldesas)
 

Harus difilter


Bagian yang penting, menurutnya adalah memastikan mendapatkan jenis yang tepat, minya zaitun yang disaring, minyak zaitun extra-virgin (EVOO). Ada alasan mengapa Lugavere lebih memilih EVOO yang difilter. 

"Minyak zaitun extra-virgin tanpa filter memiliki sisa-sisa zaitun di dalam minyak, yang secara dramatis menurunkan titik asapnya dan juga membuatnya lebih rentan terhadap degradasi. Sisa-sisa zaitun itu mengurangi umur simpannya," tegas Lugavere. 

Minyak zaitun tanpa filter juga mengandung lebih banyak air dan endapan, yang keduanya dapat mempercepat umur simpan botol. Minyak zaitun tanpa filter memang memiliki kandungan polifenol yang lebih tinggi, berkat partikel zaitun yang baru digiling, jadi secara teknis ini adalah pilihan yang lebih padat nutrisi. 

Tapi harus cukup cepat digunakan sebelum menjadi tengik. Terlebih lagi, minyak zaitun tanpa filter mungkin bukan pilihan terbaik untuk memasak dengan suhu tinggi karena mudah rusak. 

EVOO yang disaring, di sisi lain, aman untuk dimasak hingga suhu berkisar 176 atau 190 derajat Celsius. Dan sebagai aturan umum, jika minyak zaitun tetap lembap selama proses berlangsung, maka kemungkinan aman untuk memasak hingga 400 derajat. Jadi, pastikan memasak dengan EVOO yang difilter untuk menjaga titik asap setinggi mungkin. 

(TIN)