FITNESS & HEALTH

Studi: Varian Covid-19 Brasil Menyebar Lebih Mudah dan Menghindari Sistem Imun

Raka Lestari
Rabu 03 Maret 2021 / 15:13
Jakarta: Ilmuwan dari Brasil dan Inggris memperkirakan varian baru covid-19 dari Brasil yang dikenal sebagai P1 lebih mudah ditularkan daripada versi sebelumnya.

Menurut para peneliti di Imperial College London dan Universitas Sao Paulo, virus ini juga mampu menghindari antara 25 persen dan 61 persen kekebalan pelindung dari infeksi sebelumnya.

Dilansir dari Sky News, hampir 70 persen populasi di Manaus (tempat virus pertama ditemukan) memiliki kekebalan dari gelombang pertama infeksi covid-19 pada musim semi lalu.

Enam kasus varian P1 di Inggris telah diidentifikasi pada orang yang baru kembali dari Brasil. Tiga kasus diidentifikasi di Skotlandia, dengan dua lainnya di South Gloucestershire di Inggris. Dan satu kasus masih harus dilacak.

Profesor Sharon Peacock yang mengepalai COG-UK, yang menganalisis susunan genetik varian, memeringatkan bahwa temuan tersebut tidak boleh digeneralisasikan ke kota-kota lain.

Dia mengatakan penelitian itu adalah "bukti yang sangat baik dari sifat biologis", tetapi ia menambahkan bahwa temuan tersebut masih belum jelas bagaimana virus tersebut dapat menyebar.

Varian P1 memiliki mutasi N501Y yang sama dengan virus versi Kent, yang sekarang dominan di Inggris. Tetapi untuk varian P1 dapat mengalahkan varian Kent, yang dominan di Inggris masih butuh waktu.

Studi tersebut menunjukkan bahwa infeksi sekitar 10 - 80 persen lebih mungkin menyebabkan kematian setelah varian P1 mulai menyebar di Manaus. Tetapi mereka tidak dapat memastikan apakah ini karena virus itu lebih mematikan atau karena orang berjuang untuk mendapatkan perawatan medis.

Dr Thomas Mellan dari MRC Center for Global Infectious Disease Analysis di Imperial College berkata, "Ada kejadian kekurangan oksigen dan ada kematian karenanya. Kami tidak dapat memastikan itu dari efek penyakit." Meskipun demikian, untuk bisa menyebar lebih luas varian P1 membutuhkan waktu lama.

(TIN)