FITNESS & HEALTH

Apakah Mengonsumsi Gluten Selalu Buruk buat Kesehatan?

Raka Lestari
Selasa 04 Mei 2021 / 09:40
Jakarta: Pola diet bebas gluten atau ­gluten-free diet beberapa waktu belakangan ini semakin dikenal. Hal ini juga didukung dengan banyaknya produk-produk makanan dengan label gluten-free. Padahal, kenyataannya adalah gluten bukanlah sesuatu yang menakutkan dan tidak harus selalu dihindari.

Gluten terdiri dari ratusan protein yang berbeda namun terkait. Biasanya ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, barley, dan gandum hitam.

Banyak adonan olahan menggunakan gluten untuk menambah rasa, memperbaiki tekstur, dan menciptakan hasil pemanggangan yang diinginkan. Gluten pada umumnya ditemukan pada makanan seperti pasta, sereal, roti, biskuit, dan tepung tortilla.
 

Apakah gluten tidak baik untuk tubuh?


"Tidak ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa gluten buruk bagi kesehatan orang pada umumnya. Bukti menunjukkan bahwa, untuk kesehatan umum, penekanannya harus pada pola makan nabati yang diproses secara minimal dadn utuh, yang dapat mencakup biji-bijian yang mengandung gluten," kata Grace Fjeldberg, RDN, ahli gizi dari Mayo Clinic Health System.

Fjeldberg juga khawatir bahwa produsen makanan akan sering menambahkan gula atau lemak ke makanan bebas gluten untuk mengimbangi perubahan tekstur saat gluten dihilangkan. Singkatnya, jika kamu sehat, tidak ada manfaatnya untuk melakukan diet bebas gluten.

Namun, jika kamu memilih untuk menjalankan diet bebas gluten sebaiknya harus berbicara dengan dokter atau ahli diet, tentang cara meningkatkan asupan nutrisi seperti kalsium, zat besi, serta vitamin B6, B12, dan D.
 

Kelompok yang harus menjauhi gluten


Meskipun gluten tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, individu dengan kondisi tertentu harus menghindarinya. Sebab diet bebas gluten adalah satu-satunya pengobatan jangka panjang yang efektif.

1. Orang dengan penyakit celiac

Penyakit celiac atau celiac disease adalah kelainan autoimun yang merusak lapisan usus kecil. Ketika orang dengan penyakit celiac makan gluten, itu memicu respons kekebalan di usus kecil mereka, yang seiring waktu dapat merusak lapisan organ dan mengurangi kemampuan orang untuk menyerap nutrisi dari makanan.

2. Orang dengan dermatitis herpetiformis

Dermatitis herpetiformis adalah ketika gluten memicu ruam parah pada siku, lutut, kepala, bokong, dan batang tubuh. Kebanyakan penderita dermatitis herpetiformis juga akan mengalami kerusakan usus halus yang sama seperti penderita penyakit celiac.
 

3. Orang yang sensitif terhadap gluten


Beberapa orang mungkin mengalami sensitivitas terhadap gluten yang berbeda dari penyakit celiac. Meskipun hampir mirip dengan penyakit celiac, penderita sensitivitas gluten tidak akan mengalami kerusakan pada usus kecilnya.
(FIR)