FITNESS & HEALTH

6 Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Kumara Anggita
Senin 08 Februari 2021 / 17:41
Jakarta: Penyakit jantung merupakan penyakit tidak menular yang kejadiannya bisa dicegah dengan pola hidup sehat.

Diambil dari sumber laman resmi Kemenkes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dr. Cut Putri Arianie mengatakan berdasarkan Sample Registrasion System (SRS) pada September 2019 silam penyakit jantung menjadi penyebab kematian terbanyak kedua setelah Stroke.

Penyakit jantung koroner terdiri dari penyakit jantung koroner stabil tanpa gejala, angina pektoris stabil, dan sindrom koroner akut. 

Penyakit jantung koroner stabil tanpa gejala biasanya diketahui dari skrining, sedangkan angina pektoris stabil didapatkan gejala nyeri dada bila melakukan aktivitas yang melebihi aktivitas sehari-hari.
 

Serangan jantung


Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM, FACP menjelaskan bahwa serangan jantung terjadi karena penyakit jantung koroner

Ini terjadi karena penyempitan pembuluh darah koroner secara tiba-tiba oleh pecahnya plak. Hal tersebut membuat asupan oksigen untuk jantung terhenti sehingga otot jantung mengalami kematian sel. Hal ini bisa dicegah dengan melakukan beberapa cara antara lain:
 

1. Olahraga


Olahraga membantu dalam menurunkan berat badan, meningkatkan HDL yang merupakan kolestrol baik, mengurangi tekanan darah. Hal tersebut tentunya sehat mampu menyehatkan jantung.
 

2. Berhenti merokok


Merokok menyebabkan timbulnya plak pada pembuluh darah (penyebab jantung koroner), mengurangi HDL yang merupakan kolestrol baik, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan gangguan irama jantung. Perokok yang mengalami serangan jantung kemungkinan untuk meninggal lebih tinggi dalam satu jam dibandingkan yang bukan perokok.
 

3. Diet sehat


Diet yang sehat dapat menjaga berat badan dan kolestrol kamu. Hal ini juga baik untuk kesehatan jantung.
 

4. BMI <25


Kamu bisa mencari aplikasi untuk mengkur berat badan. Pastikan kamu berada pada berat badan ideal. Dokter Sally menegaskan agar masyarakat harus bisa membedakan berat badan dan kadar kolestrol pada tubuh.

“Menurut data MI berlebih tidak baik. Kalau BMI rendah atau normal hati-hati karena faktor risiko jarang hanya satu. Biasanya multiple. Jadi tidak ada hubungan kurus kolestrol tinggi. Kolesteol tinggi dan overweight beda. Kolestrol yang kita lihat di darah bisa terjadi pada orang gemuk dan kurus,” ungkapnya.
 

5. Mengobati faktor risiko, hipertensi, diabetes militus, dislipidemia 


Tiga penyakit ini membuat orang berisiko terkena serangan jantung lebih besar. Karena itu, pastikan kamu terjauh dari penyakit tersebut. Dislipidemia sendiri adalah kondisi di mana kadar lemak dalam darah meningkat. 

“Dia masih muda namun ada diabetes. Kalau sudah gula, umur berapapun risikonya sama. perempuan, laki-laki, muda, tua, risikonya sama,” jelasnya.
 

6. Mengobati depresi


Mental dan fisik saling berhubungan. Dokter Sally menyebutkan bahwa saat kamu mengalami depresi, hormon kamu jadi terganggu. Ketidakseimbangan hormon dapat menjadi pemicu penyakit ini datang pada kamu. Itulah cara-cara untuk mencegah penyakit jantung koroner. Untuk itu jagalah kesehatan dari sekarang.
(TIN)