FITNESS & HEALTH

Kunci Penting Menurunkan Tekanan Darah, Salah Satunya Melalui Latihan Fisik

Raka Lestari
Selasa 04 Mei 2021 / 13:30
Jakarta: Latihan fisik adalah salah satu kunci penting untuk menurunkan tekanan darah. Seperti diketahui, tekanan darah tinggi atau hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan RISKESDAS 2018, prevalensinya pada usia lebih dari 18 tahun mencapai 34,1 persen. Itu berarti, 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia menderita hipertensi.

Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, dr. Michael Triangto, Sp.KO menjelaskan bahwa berlatih fisik secara rutin dan teratur akan memperkuat jantung. Sehingga organ vital ini bisa memompa darah dengan lebih mudah.

“Dengan jantung tidak perlu bekerja keras, tekanan pada pembuluh darah pun turun, sehingga tekanan darah akan lebih rendah, dan kita terhindar dari risiko hipertensi,” ujar dr. Michael dalam acara: Kelas Online Penuh Inspirasi (KOPI) Sehat bersama Good Doctor dan Samsung Galaxy Watch.

Kementerian Kesehatan menganjurkan untuk melakukan latihan fisik rutin dan teratur 5 kali seminggu, dengan total 150 menit/minggu. Latihan fisik sebaiknya menggabungkan antara latihan kardio, kekuatan dan fleksibilitas.

"Bagi yang sudah memiliki hipertensi, tentu ada rambu-rambu tertentu untuk melakukan latihan fisik, agar tetap aman. Mereka yang menderita hipertensi disarankan untuk melakukan latihan fisik jenis aerobik, dengan intensitas ringan – sedang, misalnya berjalan kaki, bersepeda santai, atau berenang,” ujar dr. Michael.

Melakukan latihan fisik berat justru bisa berbahaya bagi penderita hipertensi. Tekanan darah dan denyut jantung bisa tidak terkontrol, dan akibatnya bisa fatal. Menurut dr. Michael, penting untuk memonitor tekanan darah, denyut jantung, dan saturasi oksigen selama berolahraga.

Tidak hanya dialami oleh orang tua, mereka yang berusia muda dan produktif pun bisa menderita hipertensi. Sementara itu, penanganan hipertensi tidak mudah, salah satunya karena rendahnya kepatuhan minum obat pasien. Sehingga pemantauan tekanan darah memegang peran penting.
(FIR)