FITNESS & HEALTH

Gejala Covid-19 Jika Sudah Menyebar Sampai ke Paru-paru

Raka Lestari
Senin 04 Januari 2021 / 10:32
Jakarta: Covid-19 dapat menyebabkan gejala yang berbeda (atau tidak sama sekali) pada setiap individu. Namun pada dasarnya, salah satu komplikasi terbesar yang ditimbulkannya adalah pada sistem pernapasan. 

Menurut Dr Arvind Mohan, Ketua Institute of Chest Surgery, Chest Onco-Surgery & Lung Transplantation di Medanta lung fibrosis, penurunan fungsi paru-paru sering kali menjadi masalah yang terkait dengan covid-19 dan dapat berlangsung lama. 

Berdasarkan sebuah makalah yang diterbitkan oleh John Hopkins Medicine, tanda dan gejala komplikasi paru-paru yang terkait dengan covid-19 dalam jangka pendek dan jangka panjang dapat ditentukan dengan beberapa tanda sederhana di hari-hari awal.
 

Batuk yang tidak berhenti dan persisten


SARS-CoV-2 diketahui berkembang biak di lapisan dada dan menyebabkan serangan batuk yang parah. Batuk kering tidak hanya merupakan tanda khas covid-19, tetapi jika kamu mengalami batuk terus-menerus, yang tidak kunjung membaik bahkan dalam 2-3 minggu setelah serangan infeksi awal, itu mungkin merupakan tanda komplikasi paru-paru karena covid-19.
 

Mengalami sesak napas


Sesak napas atau dispnea adalah masalah yang biasanya terjadi jika ada infestasi atau gangguan fungsi paru-paru, yang membuat oksigen sulit masuk ke paru-paru. 

Bagi pasien covid-19, terutama mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, mengalami sesak napas atau penurunan saturasi oksigen bisa menjadi hal yang umum, dan berakibat fatal dalam waktu singkat.
 

Merasa nyeri pada dada


Saat ini para dokter memperingatkan bahwa kesulitan bernapas, atau mengalami nyeri dada akut secara tiba-tiba mungkin merupakan tanda kerusakan paru-paru terkait covid-19 yang parah, atau ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome), yang merupakan tanda gagal paru-paru. 
 

Infeksi lain mulai muncul 


Komplikasi paru-paru atau dada yang memburuk dapat membuat tubuh menjadi lebih mudah terkena penyakit lain dan infeksi yang mematikan, seperti sepsis, yang dapat terjadi ketika virus masuk ke aliran darah dan mulai menyerang jaringan sehat di tubuh, termasuk jantung dan paru-paru. 
 

Komplikasi organ


Badai sitokin, yang merupakan tanda sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang organ dan sel sehat juga bisa menjadi tanda komplikasi pernapasan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang bertahan lama dan fungsi yang terganggu, yang juga disebut superinfeksi.
(TIN)