FITNESS & HEALTH

Studi: Minum Kopi Dapat Menurunkan Berat Badan

Sandra Odilifia
Selasa 30 Maret 2021 / 15:32
Jakarta: Teman Gaya, jika kamu seorang fanatik kopi, ada kabar baik untukmu nih! Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa minum secangkir kopi sebelum berolahraga dapat membantu menurunkan berat badan. Selain itu sangat efektif dan mempercepat proses pembakaran lemak.

Berdasarkan temuan studi yang dipublikasikan Journal of the International Society of Sports Nutrition, Ilmuwan dari Departemen Fisiologi Universitas Granada (UGR) menunjukkan bahwa kafein (sekitar 3 mg/kg, setara dengan kopi kental), yang diminum setengah jam sebelum latihan aerobik secara signifikan meningkatkan laju pembakaran lemak.

Peneliti juga menemukan bahwa jika olahraga dilakukan di sore hari, maka efek kafein yang dirasakan lebih mencolok, ketimbang pagi hari.

Dalam studi tersebut, para peneliti bertujuan untuk menentukan, apakah kafein salah satu zat ergogenic atau tidak. Ergogenic adalah zat yang paling sering dikonsumsi di dunia untuk meningkatkan kinerja olahraga, meningkatkan oksidasi atau 'pembakaran' lemak selama latihan.

Terlepas dari kenyataan bahwa konsumsinya dalam bentuk suplemen sangat umum, rupanya bukti ilmiah untuk klaim manfaatnya masih langka.

“Anjuran untuk berolahraga dengan perut kosong di pagi hari untuk meningkatkan oksidasi lemak adalah hal yang lumrah, "jelas penulis utama penelitian ini, Francisco Jose Amaro-Gahete dari Departemen Fisiologi UGR.

Namun, rekomendasi ini mungkin kurang dasar ilmiahnya. Sebab tidak diketahui apakah peningkatan ini karena olahraga di pagi hari atau karena pergi tanpa makanan untuk jangka waktu yang lebih lama.

Sebelumnya, sebanyak 15 pria dengan usia rata-rata 32 tahun berpartisipasi dalam penelitian. Mereka menyelesaikan tes latihan empat kali dengan interval tujuh hari.

Subjek menelan 3 mg/kg kafein atau plasebo pada pukul 8 pagi dan 5 sore. Setiap subjek menyelesaikan tes di keempat kondisi secara acak.

Kondisi sebelum tes latihan seperti jam makan terakhir, latihan fisik, atau konsumsi zat stimulan distandarisasi dengan ketat, dan oksidasi lemak selama latihan dihitung dengan tepat.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa konsumsi kafein akut 30 menit sebelum melakukan tes latihan aerobik meningkatkan oksidasi lemak maksimum selama latihan tanpa memperhatikan waktu, " jelas Francisco J. Amaro.

Hasilnya, adanya variasi diurnal dalam oksidasi lemak selama olahraga telah dikonfirmasi. Nilainya lebih tinggi pada sore hari dibandingkan pada pagi hari untuk jam makan yang sama.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa kafein meningkatkan oksidasi lemak selama olahraga pagi dengan cara yang serupa dengan yang diamati tanpa asupan kafein di sore hari.

Singkatnya, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi asupan kafein akut dengan latihan aerobik menghasilkan sebuah skenario optimal. Kombinasi ini dilakukan pada intesitas sedang di sore hari, demi meningkatkan pembakaran lemak selama latihan fisik.
(FIR)