FITNESS & HEALTH

Kematian Akibat Penyakit Jantung Meningkat saat Pandemi

Kumara Anggita
Selasa 17 November 2020 / 07:09
Jakarta: Pandemi covid-19 ini memberikan efek besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pada penyakit jantung. Hal ini ditunjukkan pada melonjaknya kematian akibat penyakit jantung di masa pandemi.

Dikutip dari The Guardian, British Heart Foundation (BHF) mengatakan ada 4.622 'kematian berlebih' akibat penyakit jantung dan peredaran darah. Ini terjadi sejak awal pandemi dan pertengahan Oktober.

BHF menghitung bahwa ada lebih dari 800 kematian tambahan pada orang di bawah umur 65 tahun. Dikatakan sejumlah faktor bisa berada di balik kematian berlebih, termasuk:

-Orang-orang menunda mencari perawatan karena takut 'memberikan tekanan' pada pelayanan kesehatan sekitar.

-Orang-orang menunda mencari perawatan karena mengkhawatirkan gejala karena takut tertular covid-19 di pengaturan kesehatan.

-Penundaan operasi dan perawatan jantung rutin.

BHF mengatakan bahwa pada akhir Maret jumlah orang yang menghadiri unit kecelakaan dan gawat darurat dengan dugaan serangan jantung turun hingga 50%. Tetapi setelah Maret, jumlahnya telah meningkat.

“Kami tahu bahwa pasien dengan penyakit jantung dan penyakit peredaran darah telah meninggal dalam jumlah yang melebihi perkiraan kami sejak awal pandemi. Dan ini di atas juga meningkatkan risiko covid-19 parah yang mengakibatkan kematian,” papar Dr Sonya Babu-Narayan, direktur medis asosiasi di British Heart Foundation.

Sonya meminta agar kita mempertahankan akses ke perawatan kardiovaskular. Sehingga kita dapat mengurangi kematian berlebih yang ada. Jadi pastikan kamu untuk tetap ke rumah sakit bila ada keluhan dan memeriksa rutin penyakit tersebut.
(FIR)