FITNESS & HEALTH

Masker Kain tak Dianjurkan, Masker Bedah Paling Efektif Cegah Penularan Covid-19

A. Firdaus
Kamis 17 Juni 2021 / 21:16
Jakarta: Kasus covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Ditambah datangnya mutasi virus baru yang membuat kita harus tetap waspada.

Salah satu yang harus kita lakukan adalah menerapkan protokol kesehatan 5 M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Dan yang paling sederhana adalah, memakai masker.

Namun pada sekarang ini, menggunakan masker juga harus yang efektif dalam mencegah penularan. Dan, menurut dr. Dirga Sakti Rambe M,sc Sp,PD menggunakan masker medis terbukti efektif, jika digunakan dengan tepat.

"Saya menyarankan untuk mengganti masker maksimal 6 jam, atau ganti segera setelah masker sudah basah atau kotor," ujar dr. Dirga saat e-talkshow SOS Personal Hygiene Serikan #TetapWaspada, Kamis 17 Juni 2021.

"Jika mau pakai masker kain yang tiga lapis, pastikan digunakan di luar dan masker bedah di dalamnya. Dan momen kritis penularan adalah saat kita melepas masker," tegas dr. Dirga.



Selain itu meski program vaksin telah dijalani, saat ini masih tergolong kecil jika dilihat dari total populasi Indonesia saat ini. Seperti diketahui, persentase penduduk Indonesia yang telah divaksin 1 kali sebesar 11 persen, dan vaksinasi lengkap baru 6,3 persen.

"Kewaspadaan tentu perlu semakin ditingkatkan. Karena perlu untuk dipahami, kehadiran vaksin memang menjadi langkah pencegahan yang penting diambil untuk membentuk herd immunity," terang dr. Dirga.

Berikut 6 hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan masker menurut dr. Dirga:

- Peran masker sangat penting dalam mengurangi penularan covid-19.

- Gunakan masker berkualitas untuk perlindungan yang maksimal.

- Gunakan masker bedah atau kombinasi masker bedah plus masker kain.

- Masker kain saja tak dianjurkan.

- Ganti masker tiap 6 jam atau ganti bila kotor atau basah.

- Momen kritis penularan adalah saat kamu melepas masker.

Jadi, selain patuh pada prokes, tentunya perlu dibarengi pula dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), gunakan produk kebersihan yang memang sudah teruju klinis mampu membunuh kuman dan virus, yang salah satunya penggunaan hand sanitizer.

“Saat ini, kita tengah berada dalam situasi darurat, di mana penerapan protokol kesehatan dan higienitas menjadi sebuah keharusan," ujar Winny Yunitawati, Director of Brand Investment & Consumer Engagement SOS.

"#TetapWaspada merupakan kampanye kami untuk mengajak masyarakat ambil peran dan menjadi pahlawan untuk keluarga dan lingkungan sekitar dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta menjalani hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.
(FIR)