FITNESS & HEALTH

Pakaian Bikin Kulit Iritasi, Kok Bisa?

Mia Vale
Rabu 10 November 2021 / 20:54
Jakarta: Bila baju hangat berbahan wol atau celana polyester menyebabkan ruam, mungkin kamu mengalami dermatitis tekstil atau pakaian. Artinya, kulit kamu bereaksi terhadap pewarna resin, dan bahan kimia lain yang digunakan untuk merawat pakaian. 

Setiap hari kulit kita pasti bersentuhan dengan pakaian. Jadi, tidak mengherankan jika dapat menyebabkan masalah kulit. Karena, jenis serat apa pun dapat menyebabkan ruam. 

Tapi menurut hasil nukil dari WebMD, kemungkinan dermatitis tekstil disebabkan dari bahan sintetis seperti polyester, rayon, nilon, spandeks, atau karet. Hal ini terjadi karena bahan-bahan tersebut tidak bernapas sebaik serat alami dan membuat kamu lebih banyak berkeringat. 
 

Gejala kulit iritasi karena pakaian


Kombinasi kain ketat dan keringat yang dihasilkan bisa mengiritasi kulit saat bergesekan. Gejala yang timbul berupa kemerahan, kulit bersisik, atau gatal pada area tertentu.

Kadang-kadang gejala ini timbul dalam beberapa jam setelah pakaian dikenakan. Atau bisa juga membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu, baru gejala itu muncul.

Gejala sering dimulai pada lipatan kulit atau area lain yang bersentuhan dengan pakaian dan apa yang ada di dalamnya. Itu termasuk lengan, di belakang lutut, ketiak, selangkangan.

Lokasi ruam bisa menjadi petunjuk apa penyebabnya. Jika di pinggang, mungkin kamu alergi terhadap lateks di elastis celana dalam.


iritasi karena pakaian
(Jika kamu memakai celana atau baju yang menyebabkan gatal, segera lepas. Jika kamu teruskan bukan tak mungkin kulit kamu akan gatal atau iritasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

Siapa yang bisa terkena alergi?


Dermatitis tekstil ini cenderung banyak dimiliki oleh wanita, karena mereka lebih sering mengenakan pakaian ketat. Begitu juga dengan orang gemuk, di mana mereka kerap merasa kepanasan dan berkeringat. 

Orang dengan dermatitis atopik, penyakit kulit yang kebanyakan menyerang anak-anak, juga lebih mungkin terkena dermatitis tekstil. 

Mereka dengan pekerjaan di tempat yang panas dan lembap, seperti toko roti, memiliki peluang lebih besar terkena dermatitis. 

Jika kamu mengenakan sarung tangan lateks di tempat kerja, tanganmu mungkin teriritasi (yang akan menjadi dermatitis iritan) atau mungkin alergi terhadap lateks itu sendiri. Itulah dermatitis kontak alergi.
 

Bagaimana cara mencegah alergi di kulit? 


Pertama, berhenti memakai barang yang mengganggu kamu. Kulit kamu pun kemungkinan akan bersih dalam beberapa minggu. Atau bisa juga, dengan:

- Kenakan serat alami dan pakaian longgar untuk membantu mengurangi seberapa banyak kamu berkeringat

- Pilih pakaian berwarna terang dengan sedikit pewarna di dalamnya

- Hindari barang berlabel "cuci terpisah". Mereka lebih cenderung memakai pewarna

- Jangan memakai pakaian yang bertuliskan wash and wear, press permanen, tanpa setrika, atau antikotoran. Karena cenderung memiliki bahan kimia yang mengiritasi kulit

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika gejala sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, semakin parah, dan menyebar, berlangsung lebih dari tiga minggu, atau meluas hingga ke wajah serta alat kelamin.
(TIN)