FITNESS & HEALTH

Jemaah Harus Waspadai Faktor Pemicu Kekambuhan Penyakit Jantung

Mia Vale
Rabu 29 Juni 2022 / 19:41
Jakarta: Di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, tepatnya di poli risti (poli rawat jalan untuk jemaah risiko tinggi), tim dokter setidaknya melakukan pelayanan berkisar 10-20 pasien per hari. Dan rata-rata mereka mengalami penyakit jantung. 

"Secara umum, jemaah yang menjalani pemeriksaan diketahui memang sudah memiliki riwayat penyakit jantung sejak di Indonesia. Tapi, ada kelompok pasien yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa dirinya punya penyakit jantung," tandas tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr Mohammad Rizki Akbar, Sp.JP (K).

Ia menambahkan, ada kesamaan pemicu yang menyebabkan kekambuhan penyakit jantung dari kedua kelompok pasien, yaitu aktivitas fisik yang terlalu berat. Walaupun ada juga kelompok yang memiliki riwayat penyakit jantung, ditambahi dengan alpanya aktivitas minum obat rutin.

“Sementara yang sebelumnya tidak mengetahui punya penyakit jantung, karena dipicu ibadah fisik yang cukup berat, muncul baik dalam bentuk keluhan nyeri dada maupun keluhan sesak napas,” jelas dr. Rizki.

Selain itu, cuaca ekstrem di Arab Saudi, juga bisa menjadi pemicu. “Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko untuk terjadinya kelainan jantung. Jadi kalau jemaah dengan aktivitas yang tinggi dan tidak dikontrol obat obatan, menyebabkan tekanan darahnya naik dengan cepat. Dan itu bisa memicu untuk munculnya kelainan jantung,” papar dr. Rizki mencontohkan.

Yang harus diingat, jemaah haji harus mengetahui batas kemampuan fisik diri sendiri, mengingat ibadah haji melibatkan aktivitas fisik yang berat. 

Selain itu jemaah juga diminta untuk minum obat rutin tepat waktu. Sehingga, diharapkan keluhan tidak muncul. Bila terjadi keluhan, segera laporkan kondisi kepada tenaga kesehatan di kloter untuk dievaluasi apakah ada masalah dengan kondisi kesehatannya.
(TIN)