FITNESS & HEALTH

Waspadai Penyebaran Omicron pada Anak-Anak

Elang Riki Yanuar
Rabu 23 Februari 2022 / 21:07
Jakarta: Pandemi covid-19 di Indonesia belum berakhir. Pemerintah pun memberikan upaya terbaik dengan misalnya mempercepat vaksinasi kepada masyarakat. Apalagi, varian omicro diketahui lebih menular dibandingkan varian lain.

Selain cepat menular, masa inkubasi dari varian omicron juga cenderung lebih cepat dibandingkan dari varian yang lain. Sehingga masyarakat dibuat khawatir dengan hadirnya varian Omicron, teturama karena cepat menyebar pada balita dan juga anak-anak.

"Angkanya terus mengalami penambahan setiap harinya, namun angka sembuhnya juga menambah setiap hari yakni sebanyak 4 juta sekian jiwa masyarakat Indonesia. Hal ini tentu karena upaya pemerintah terhadap pandemi melalui vaksinasi yang diadakan oleh pemerintah terus bergerak cepat jadi sehingga masyarakat ini yang terkonfirmasi cepat untuk sembuh," kata Clara Aprilia Sukandar dari HerStory Indonesia dalam Webinar Kesehatan: "Bahaya Covid-19 Omicron Pada Balita & Anak, Bagaimana Solusinya?".

Menurut Clara, dampak buruk pandemi juga dialami perempuan di tengah pandemi. Perempuan menjadi kaum paling rentan terpapar covid-19. Padahal, peran perempuan selama pandemi ini sangatlah penting, seperti membangun rasa aman dan nyaman bagi keluarganya dan menjaga kesehatan keluarga, terutama anak yang rentan terpapar COVID-19.

"Anak adalah generasi penerus yang harus memiliki daya saing dan kualitas tinggi pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang merupakan kewajiban kita bersama dan juga pemerintah demi mendapatkan generasi cerdas yang berkualitas salah satu pemenuhan hak tumbuh dan berkembang yaitu hak untuk diperhatikan masalah kesehatannya intervensi kesehatan pada kelompok anak dari balita sampai dengan usia 18 tahun," kata Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, dr. Erna Mulati, MSc., CMFM.

Saat ini, jumlah vaksinasi yang dilakukan anak usia 6 sampai 11 tahun mencapai 65,6% untuk yang pertama, 25,85% untuk dosis yang kedua. Sedangkan untuk anak usia 12 sampai 17 tahun tercatat 91,73% dan dosis yang kedua adalah 72,7%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kelancaran kesehatan masih membutuhkan hubungan antarsektor dan berbagai pihak demi meningkatkan capaian

"Berdasarkan data orang yang terinfeksi covid-19 pada periode 21 Januari 2022 sampai 6 Februari 2022 sekitar 69% belum melakukan vaksinasi. Adanya strategi percepatan vaksinasi yang terdiri dari kerjasama dari berbagai lintas Kementerian komunitas sektor dan juga berbagai pihak yang mempunyai komitmen tinggi dalam upaya meningkatkan cakupan vaksinasi," papar dr. Erna.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K)  juga mengatakan bahwa berdasarkan data internal IDAI menunjukkan terjadi peningkatan kasus infeksi COVID-19 Omicron pada anak, terutama di wilayah luar Jawa.

"Memang sedang prihatin kasus COVID-19, khususnya yang varian Omicron. Berdasarkan survei IDAI internal dari 70 kasus di awal januari hingga 14 februari sudah naik 350 kali lipat. Ini sudah melewati puncak dari gelombang yang pernah kita capai di Juli 2021, jadi kalau dari data kasus anak-anak itu sudah lewat dan percepatannya sangat cepat," tutur dr. Piprim.

dr. Pimprim pun mengimbau para orang tua untuk tidak panik saat anak terinfeksi COVID-19, namun juga tidak boleh menganggap remeh lantaran masih ada risiko masalah kesehatan yang fatal.

"Ada beberapa kasus laporan pada dokter anak yang menerima kasus Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) bisa menyebabkan gagal jantung dan diabetes melitus, juga bisa merusak organ-organ lain. Dengan demikian yang perlu dilakukan upaya mencegah agar anak tidak terpapar dengan covid varian apapun," jelas dr. Piprim.

“Potensi untuk anak mengalami (MIS-C) beberapa waktu kemudian setelah covid selesai ini masih mengancam anak-anak kita. Jadi hati-hati terhadap potensi long covid atau MISC yang bisa menimpa bahkan ketika swabnya sudah negative," ucap dr. Piprim melanjutkan.

Agar menjaga imunitas si kecil, dr. Sherly Indriani Head of Medical Affairs & CME Darya-Varia Laboratoria menyarankan para orang tua untuk memberikan asupan vitamin C dan juga Zinc. Dosisnya pun disesuaikan dengan usia anak.
 
“Seiring dengan meningkatnya angka COVID-19 di Indonesia yang juga menginfeksi anak-anak. Salah satu tatalaksana penanganan COVID-19 pada anak-anak itu adalah memberikan vitamin C dan Zinc. Kami di PT Darya-Varia mempunyai produk dengan komposisi tersebut yang kami namakan Imunped di mana ada dua kesediaan, yaitu drops untuk anak 1-2 tahun dosisnya 1 ml per hari dan sirup untuk anak 2-6 tahun dosisnya 2,5 ml per hari dan sirup untuk anak 7-12 tahun dosisnya 5 ml per hari," tutup dr. Sherly.


 
(ELG)