FITNESS & HEALTH

Pentingnya Vaksinasi Pneumonia di Masa Pandemi Covid-19

Raka Lestari
Sabtu 26 Februari 2022 / 14:11
Jakarta: Pneumonia bukanlah penyakit yang tidak bisa dicegah atau diobati. Salah satu mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi.

Vaksin pneumonia dapat diberikan kepada bayi, anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Menurut CDC, vaksin pneumonia memiliki tingkat efektivitas hingga 96 persen dalam hal melindungi anak-anak dari penyakit pneumonia.

Menurut dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K), MSc.(TropPaed), seorang Dokter Spesialis Anak RSUI, pada prinsipnya imunisasi dapat melindungi anak dari risiko terkena infeksi yang berat. Imunisasi dilakukan dengan cara diberikan atau diinfeksikan dengan kuman yang telah dimatikan atau dilemahkan.

Imunisasi jauh lebih aman dibandingkan terkena penyakit infeksi yang sesungguhnya. Dengan diberikan imunisasi, seakan-akan tubuhmu mengalami infeksi dan belajar menghadapi infeksi, sehingga lebih siap bila terpapar dengan kuman yang sesungguhnya.

“Vaksinasi memiliki manfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak-anak yang rentan tertular penyakit, mencegah anak tertular penyakit tertentu, dan meningkatkan kualitas hidup anak,” tutur dr. Nina.

"Pada masa pandemi seperti sekarang, vaksinasi tetap harus dilakukan. “Vaksinasi rutin pada anak bisa tetap dilakukan sesuai dengan jadwal meski dalam kondisi pandemi ini," lanjut dr. Nina.

Namun apabila terlambat maka dapat mengikuti program Kegiatan Imunisasi Kejar, yaitu kegiatan memberikan imunisasi kepada bayi dan balita yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia yang ditentukan pada jadwal imunisasi nasional.

Pentingnya vaksinasi terutama di masa pandemi ini, karena vaksinasi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak yang rentan terpapar agen-agen infeksius selama pandemi covid-19.

Menurut dr.Nina, vaksinasi juga mengurangi risiko kasus ko-infeksi atau infeksi bersamaan antara infeksi SARS-CoV-2 dengan infeksi patogen lain seperti bakteri, virus, jamur, dan lain-lain.

Lebih lanjut dr. Nina mengatakan bahwa efek samping yang biasanya timbul setelah anak-anak melakukan vaksinasi yaitu: anak menjadi rewel, kelelahan, nafsu makan menjadi menurun, ada kemerahan, bengkak, atau nyeri di daerah tempat penyuntikan, demam dan atau menggigil, dan nyeri kepala.

Namun, hal tersebut lebih baik dibandingkan anak tidak melakukan vaksin, karena apabila anak tidak vaksinasi dapat berakibat, anak menjadi mudah terpapar penyakit menular, penurunan kualitas dan harapan hidup, berisiko menularkan penyakit ke orang terdekat, penyakit yang timbul beserta komplikasinya dapat meningkatkan beban finansial.
(FIR)