FITNESS & HEALTH

Apakah Anak-anak Kelompok Paling Sedikit Terinfeksi Covid-19?

Raka Lestari
Jumat 16 Oktober 2020 / 13:39
Jakarta: Kelompok usia produktif merupakan kelompok yang paling banyak terkena covid-19. Dan pada pasien terinfeksi covid-19 yang berusia di atas 60 tahun merupakan kelompok yang memiliki angka kematian terbesar.

Lalu, bagaimana dengan kelompok usia anak-anak? Apakah benar anak-anak merupakan kelompok yang paling sedikit terinfeksi covid-19?

“Berdasarkan data dari Satgas Covid-19, itu berdasarkan analisa pada 11 Oktober lalu memang data itu menyebutkan bahwa anak berusia 0-5 tahun dan usia 6-18 tahun ini paling sedikit terdampak covid-19,” ujar Dr. Efmansyah Iken Lubis, MM, Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Komisariat Jakarta Selatan, dalam acara Konferensi Pers Lifebuoy Hari Cuci Tangan Sedunia #TanganBersihUntukIndonesia, Kamis, 15 Oktober 2020.

Mengapa hal itu terjadi? Secara logika, dr. Iken mengatakan bahwa pada kelompok usia 0-5 tahun dan 6-18 tahun merupakan usia pra sekolah dan sekolah. “Saat pandemi ini, biasanya mereka akan berada di dalam rumah. Artinya kemungkinan terpapar covid-19 atau bertemu dengan orang tanpa gejala (OTG) sangat kecil, meskipun memang masih ada klaster keluarga,” tambahnya. 

“Kelompok usia ini memiliki jumlah pasien terinfeksi yang lebih kecil dibandingkan kelompok umur lain karena orang yang bekerja itu memiliki kecenderungan keluar rumah dan melakukan interaksi dengan orang lain yang mungkin saja kotor atau memiliki virus,” ujar dr. Iken. 

Menurut dr. Iken, selain pada kelompok usia 0-5 tahun dan 6-18 tahun jarang keluar rumah biasanya pada umur tersebut orang tua akan lebih cerewet kepada anak-anaknya. “Biasanya kita sebagai orang tua akan lebih cerwet ke anak-anak untuk minum vitamin, susu, pokoknya yang sifatnya bagus-bagus kita sebagai orang tua rajin mengingatkan,” ujarnya. 

“Coba, berapa persen orang tua yang mengingatkan anaknya untuk minum susu atau vitamin ketika anaknya sudah kuliah dibandingkan ketika anaknya masih berusia 0-5 tahun? Proteksi kita sebagai orang tua terhadap anak-anak balita ini sangat kuat. Itulah mengapa mereka jadi “terselamatkan” dari covid-19 ini,” tutup dr. Iken.
(YDH)