FITNESS & HEALTH

Diet Mediterania, Diet yang Dianggap Paling Sehat dalam Menurunkan Berat Badan

Raka Lestari
Kamis 08 Oktober 2020 / 11:49
Jakarta: Diet Mediterania disebut-sebut sebagai diet yang paling sehat. Selain membantu penurunan berat badan, diet ini juga dapat bermanfaat bagi jantung dan otak. Diet ini terinspirasi dari beberapa makanan yang berada di negara-negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania seperti Yunani, Italia, dan Spanyol.

“Diet Mediterania sangat aman dan ramah bagi lingkungan,” kata Samantha Cassetty, MS, RD, dan penasihat di Performance Kitchen. Pada kenyataannya, banyak orang yang justru menikmati diet ini karena tidak harus terpaku pada aturan yang kaku seperti diet jenis lainnya.

“Anda masih tetap bisa makan di restoran, menikmati makanan seperti biasa dan sesekali mengonsumsi makanan pencuci mulut, serta mengonsumsi makanan yang mungkin dilarang oleh jenis diet lainnya,” kata Cassetty.

Selain itu, diet Mediterania juga dianggap sangat sehat. Para peneliti telah mempelajari manfaat kesehatannya selama beberapa dekade dan menemukan bahwa mengikuti diet ini dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan masih banyak lagi.


(Pola makan diet mediterania berfokus pada kualitas makanan sehat, yang sebagian besar berasal dari tumbuhan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Diet Mediterania berfokus pada buah-buahan dan sayuran pada umumnya. Akan tetapi, yang membedakan diet Mediterania dengan diet lainnya adalah jumlah minyak zaitun yang dikonsumsi lebih banyak serta asupan wine dalam jumlah sedang.

Manfaat kesehatan dari diet Mediterania disebabkan karena makanan nabati yang kaya akan lemak tak jenuh yang sehat, vitamin kaya antioksidan, dan polifenol, yaitu senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

"Karena pola makan ini berfokus pada kualitas makanan sehat, yang sebagian besar berasal dari tumbuhan, pola makan ini memenuhi kebutuhan nutrisi penting, termasuk serat, antioksidan, dan polifenol," kata Cassetty.

Karena fokusnya pada makanan utuh, sebagian besar makanan dalam diet Mediterania memerlukan beberapa persiapan di rumah. Cassetty mengatakan kelemahan utama pada diet ini adalah waktu memasak yang lebih lama dari biasanya. “Jika Anda terbiasa mengonsumsi makanan yang diproses secara berlebihan, itu berarti Anda harus beradaptasi dengan makanan baru,” pungkasnya. 
(yyy)