FITNESS & HEALTH

Menjaga Tenaga Kesehatan, Menjaga Masyarakat dari Covid-19

Sunnaholomi Halakrispen
Kamis 08 Oktober 2020 / 15:59
Jakarta: Meninggalnya dokter dan tenaga kesehatan (nakes) akibat covid-19 masih terjadi. Termasuk di rumah sakit Provinsi Sumatera Utara, khususnya RSUP H. Adam Malik, yang merupakan RS Vertikal dari Kementerian Kesehatan RI.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Kemenkes RI, sekaligus Ketua Tim Task Force Prov. Sumut, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander Kaliaga Ginting Suka, Sp.P, F.C.C.P.

"Disadari atau tidak, para dokter dan nakes lebih banyak memperhatikan kesehatan pasien. Sehingga terkadang lupa akan kesehatannya sendiri," ujar dr. Alex dalam rilis Kemenkes.

"Untuk itu sebagai pemerintah menganjurkan agar dokter dan nakes yang kontak langsung dengan pasien positif dapat di swab dua minggu sekali," tambahnya.

Menurut data, kasus positif pertama dan meninggal pada bulan Maret di RSUP Adam Malik adalah tenaga kesehatan. Maka, kehadiran dan perhatian Pemerintah kepada dokter dan nakes harus ditingkatkan.

Selain melaksanakan swab secara berkala, pemerintah juga harus memberikan asupan makanan tambahan. Begitu juga pemenuhan gizi dan suplemen, serta tempat tinggal sementara untuk para nakes yang berjuang di tengah pandemi covid-19.

"Tolong siapkan hotel atau ruangan isolasi untuk para tenaga kesehatan, karena mereka terpapar secara langsung. Hal ini juga untuk melindungi keluarga mereka di rumah agar tidak terpapar juga," tuturnya.


Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Kemenkes RI, sekaligus Ketua Tim Task Force Prov. Sumut, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander Kaliaga Ginting Suka, Sp.P, F.C.C.P. (Foto: Ist)

Kemudian, dr. Alex memaparkan bahwa saat ini tanpa mengurangi ataupun mengecilkan hal yang lain, perhatian kepada nakes juga menjadi prioritas dari pemerintah. Sebab, nakes berada di garda terdepan yang langsung berhadapan dengan covid-19 dan menjaga masyarakat agar tetap sehat.

Ia menekankan, jangan sampai ada dokter atau nakes yang gugur lagi. Maka dari itu, kata dr. Alex, diharapkan RSUP Adam Malik bisa melaksanakan apa yang disarankan dengan terus menerapkan seluruh protokol-protokol kesehatan yang ada.

"Nakes harus selalu sehat, agar selalu bisa menyehatkan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Alex menekankan bahwa RSUP Adam Malik adalah rumah sakit vertikal. Dengan kata lain, rumah sakit tersebut merupakan etalase dari Kemenkes di Wilayah Sumatera Utara, dan sebagai implementasi dari seluruh program kerja pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"RSUP Adam Malik harus bisa menjadi barometer dalam pelayanan, karena saat ini Adam Malik cukup mendapat perhatian yang besar," paparnya.

Di sisi lain, anggota dari Tim Task Force Kementerian Kesehatan RI, dr. Asral dan dr. Irawati menambahkan pentingnya memahami protokol kesehatan. Termasuk 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Tim Task Force pun akan melakukan pendampingan, sosialisasi dan workshop, agar rumah sakit bisa menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, ditambah saat ini penerapan revisi lima dinilai masih belum maksimal, karena masih banyak yang mengacu pada revisi empat.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.
(FIR)