FITNESS & HEALTH

Dampak dari Segi Fisik dan Mental akibat Long Covid-19

Raka Lestari
Selasa 14 September 2021 / 11:40
Jakarta: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebanyakan kasus infeksi covid-19 akan pulih dan kembali sehat dalam jangka waktu beberapa minggu. Beberapa kasus dapat menunjukkan gejala yang berlangsung lebih lama, atau bahkan berbulan-bulan setelah dinyatakan negatif, dan kondisi ini disebut sebagai Long Covid-19.

Sebanyak 5-20 persen pasien covid-19 mengalami Long Covid-19 lebih dari 4 minggu, diperkirakan 1 tiap 10 pasien covid-19 dapat mengalaminya hingga lebih dari 12 minggu. Walaupun penderita tidak menularkan virus pada tahap ini, beberapa pasien mengalami komplikasi medis yang mungkin mengakibatkan efek kesehatan yang berkepanjangan.

Menurut dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD Long Covid-19 terjadi setelah empat pekan sejak mulai merasakan gejala covid-19 sampai dinyatakan negatif, masih timbul gejala sisa. Gejala ini dapat berupa sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan.

Meskipun gejala Long Covid-19 ini bisa diatasi secara medis, pasien Covid-19 perlu tetap selalu waspada. Apabila mengalami Long Covid-19, pasien harus lebih hati-hati dalam melakukan kegiatan sehari-hari, namun bukan berarti berhenti sepenuhnya.

“Pasien harus mengatur kegiatan mereka agar tidak terlalu kelelahan, melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan, dan lakukan kegiatan fisik dengan teratur agar otot-otot tetap bekerja. Apabila gejala semakin memburuk, segera hubungi dokter,” kata dr. Jeffri.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Long Covid-19 ini juga dapat memengaruhi keadaan psikologis penderitanya, terutama karena mereka merasa frustrasi tidak dapat kembali ke keadaan sehat seperti semula dalam waktu yang singkat. Beberapa penderita mungkin saja mengalami kesulitan dalam melakukan hal-hal yang dulu sangat mudah mereka lakukan, seperti naik tangga, berjalan jauh, atau berolahraga.

Menjelaskan lebih jauh mengenai hal ini, Ratih Ibrahim, M.M.,Psikolog Klinis, CEO & Founder Personal Growth dan Sahabat Sentra Vaksinasi Serviam mengatakan, kesehatan mental perlu diperhatikan apabila seseorang mengalami Long Covid-19. Apalagi karena mereka akan merasakan frustrasi karena gejala penyakit masih dirasakan walaupun mereka sudah dinyatakan sembuh.

"Dalam perjalanan untuk sembuh dari Long Covid-19, para pasien harus mengerti bahwa ini merupakan sebuah proses. Akan ada hari-hari di mana gejala terasa lebih berat dibandingkan hari lainnya," ungkap Ratih.

"Dalam kondisi seperti ini, support system dari keluarga dan teman dapat membantu. Selain itu, dengan menciptakan rutinitas yang baik dan tetap aktif, dapat memicu endorfin dan juga meningkatkanmood,” tutup Ratih.
(FIR)