FITNESS & HEALTH

Cara Membedakan Demam Biasa dengan Demam Berdarah

Raka Lestari
Jumat 11 Juni 2021 / 07:07
Jakarta: Demam berdarah dengue (DBD) memang memiliki gejala yang identik, yaitu demam. Akan tetapi, tidak semua demam bisa menunjukkan bahwa seseorang tersebut mengalami DBD.

Ketika seseorang mengalami demam, bisa saja disebabkan karena gangguan kesehatan lainnya. Untuk itu, perlu mengetahui cara membedakan demam pada umumnya dengan demam karena DBD.

“Jadi kalau kita lihat memang demam ini susah-susah gampang. Orang biasanya menyebutnya meriang. Tapi kita mesti pahami dulu kalau suhu itu harus diukur karena ada suhu normal yang ada range-nya,” ujar dr. Erni Juwita Nelwan, SpPD, ahli penyakit tropik dan infeksi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam Keterangan Pers Kementerian Kesehatan terkait dengan Asean Dengue Day.

Menurut dr. Erni, mengukur suhu sebaiknya tidak menggunakan termometer tangan atau memakai termometer perasaan. Sebaiknya menggunakan termometer yang benar, supaya tidak ada kecemasan atau kepanikan yang berlebihan.

“Apalagi sekarang dengan Covid-19, yang juga bisa gejalanya tanpa respirasi, hanya demam. Jangan sampai nanti ke rumah sakit bilangnya demam, padahal mungkin demamnya karena perasaan demam bukan benar-benar demam. Sehingga di sini kita mau mengedukasi semua, mengingatkan kembali bahwa suhu itu harus diukur,” kata dr. Erni.

Hal ini, menurut dr. Erni, demam itu bisa saja karena kondisi normal. Misalnya perempuan karena sedang menstruasi, karena sedang banyak latihan atau olahraga, di rumah, jadi tidak selalu sakit.
Dan demam itu selalu polanya, satu normal, kemudian naik, nanti sebenarnya dia perlahan-lahan akan turun dengan atau tanpa obat demam.

“Spesifik untuk demam berdarah, apa sih hal yang perlu kita perhatikan? Ada beberapa hal. Yang pertama, demamnya biasanya mendadak. Jadi orang bisa paginya masih biasa saja, masih bisa olahraga, sore tiba-tiba demam langsung tinggi. Ini ciri khasnya,” tutur dr. Erni.

Pada demam berdarah, jika suhu badan biasanya akan langsung mendadak tinggi. Jadi sudah minum obat masih demam terus.

"Makanya cairan tubuh juga harus dijaga. Dan pada saat demam tinggi, sebenarnya saat itulah virusnya sedang banyak,” tutup dr. Erni.
(FIR)