FITNESS & HEALTH

Stres Bisa Jadi Pemicu Utama Terjadinya Sakit Kepala

Raka Lestari
Selasa 26 Oktober 2021 / 08:00
Jakarta: Tidak hanya menyebabkan gangguan secara psikis, stres juga bisa menyebabkan gangguan secara fisik. Salah satunya adalah stres bisa menyebabkan sakit kepala. Meskipun mungkin tidak disadari, stres bisa menjadi pemicu utama terjadinya sakit kepala yang membuat kita merasa tidak nyaman.

“Pada masa covid-19 seperti sekarang, stres meningkat dan ternyata itu bisa menyebabkan sakit kepala,” kata dr. Riana Nirmala Wijaya, Country Medical Lead Bayer Consumer Health, Bayer Indonesia, dalam acara Konferensi Pers Saridon Extra, pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

Ia menambahkan, “Saya pernah menemukan penelitian yang menarik, ternyata pada pasien yang mengalami stres insiden nyeri kepala bisa terjadi sampai 80 persen. Berarti itu menunjukkan bahwa stres sangat memengaruhi seseorang untuk mengalami sakit kepala,” kata dr. Riana.


stres picu sakit kepala
(Dr. Riana Nirmala Wijaya mengatakan bahwa dalam penelitian pasien yang mengalami stres, insiden nyeri kepala bisa terjadi sampai 80 persen. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 


“Ketika sesorang mengalami gangguan psikologis, misalnya ia mengalami stres atau depresi atau gangguan kecemasan maka 8 dari 10 orang itu bisa mengalami sakit kepala. Bisa dibayangkan, betapa stres bisa sangat memengaruhi pertahanan tubuh kita,” tutur dr. Riana.

Menurut dr. Riana, bagian otak dan saraf-saraf nyeri tubuh sangat dipengaruhi oleh hormon stres. Berdasarkan data yang ditemukan, ia juga menyebutkan bahwa faktor psikis yaitu salah satunya adalah faktor stres yang parah bisa memicu terjadinya sakit kepala.

“Mungkin karena dari stres itu, bisa juga memengaruhi ke fisik seseorang. Maka terjadilah sakit kepala. Stres itu juga menyebabkan lingkaran penyakit. Jadi, stres memicu banyak penyakit kronis lalu dari penyakit kronis tersebut memicu stres, berputar-putar saja seperti itu. Itulah mengapa faktor stres sangat berpengaruh,” ujar dr. Riana.

Untuk mengatasi sakit kepala, cara paling mudah yang disarankan oleh dr. Riana adalah dengan minum air putih yang cukup. “Minum air putih 8-11 gelas per hari. Dan jangan lupa untuk berolahraga, agar aliran darah juga lancar,” ujarnya.

“Kemudian saat menggunakan masker, sesuaikan dengan bentuk wajah. Jangan pakai masker yang terlalu ketat karena itu juga bisa menyebabkan sakit kepala. Masker yang terlalu ketat bisa menjepit kepala dan rahang, sehingga terjadi sakit kepala,” tutup dr. Riana.
(TIN)