FITNESS & HEALTH

Bahaya, Kecanduan Pornografi Bisa Sebabkan Hilangnya Kontrol Diri

Mia Vale
Rabu 13 April 2022 / 08:42
Jakarta: Kecanduan atau ketergantungan akan sesuatu tentu tidak baik. Sama seperti halnya kecanduan konten pornografi. Apalagi di era digital seperti sekarang ini tentunya akan lebih mudah mengakses konten-konten yang berbau pornografi. 

Mengakses di sini bukan hanya mengunduh tapi juga sampai membeli atau mengeluarkan uang hanya untuk konten pornografi. Lantas, apa yang mendasari seseorang mau membeli atau mengeluarkan uang untuk hal seperti itu? 

Faktor apa pula yang menyebabkan seseorang membeli konten pornografi? Dan apa tanda-tandanya bila seseorang sudah kecanduan terhadap konten pornografi? Psikolog Frisca Melissa menjabarkan semuanya untuk kamu, lengkap dengan cara mengatasi kecanduan ini. 
 

Tahapan perilaku


Apabila seseorang sampai mau membeli, mau membayar sebuah konten pornografi, ada beberapa dugaan tahapan perilaku yang mendorong mereka untuk melakukan hal tersebut. 

"Pertama, bisa saja itu sudah menjadi habit atau kebiasaan. Dugaan berikutnya, ke tingkat perilaku yang lebih tinggi bahwa sudah ada komplusif (dorongan) untuk membeli konten pornografi," papar Frisca. 

Dorongan ini sebenarnya bertujuan untuk meredakan kecemasan. "Kalau sudah taraf komplusif, artinya orang itu sudah kehilangan kontrol dirinya untuk tidak membeli atau menonton konten pornografi. Mungkin dia tidak mau nonton, tapi dia juga tidak mampu untuk berhenti melakukan itu," jelas psikolog cantik ini. 


efek menonton pornografi
(Psikolog Frisca Melissa mengatakan bila kecanduan ini terjadi karena ada masalah dengan pasangan sesungguhnya, bisa melakukan konseling pasangan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Banyak faktor


Bila ditanya apa faktor yang mendasari seseorang mau membeli konten pornografi, dengan tegas Frisca manjawab, "Ini kompleks." Pasalnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa masalah pornografi sering kali karena manifestsi dari gejala masalah lain yang dialami seseorang. 

Jadi boleh dibilang membeli konten pornografi ini dijadikan jalan keluar, penghilang stres. Misal ada tekanan stres yang kuat, tapi dia bingung bagaimana cara melepas stresnya. 

Dan setelah mengonsumsi konten tersebut, ternyata menimbulkan rasa enak, rasa rileks. Karena menikmati konten pornografi erat kaitannya dengan masturbasi. Saat seseorang menikmati masturbasi, ada bagian-bagian otak yang mengeluarkan hormon yang menciptakan rasa nyaman pada tubuh, rasa bahagia, rasa rileks.
 

Awas ketagihan!


Untuk melihat apakah seseorang sudah kecanduan konten pornogrfi, ada beberapa tandanya, yakni:

1. Mereka mengabaikan tanggung jawab lain demi melihat konten pornografi tersebut. Tanggung jawab lain di sini adalah yang lebih penting misalnya, pekerjaan, finansial, hubungan dengan pasangan sebenarnya, keluarga, dan lain-lain
2. Seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka menonton konten yang lebih ekstrem demi mendapat sensasi yang sama dengan sebelumnya
3. Mereka merasa frustasi dengan kehidupan nyata yang berkaitan dengan seksual. Mengalami penurunan kepuasan dengan pasangan yang sesungguhnya
 

Apa yang harus dilakukan?


Agar tidak terjerumus konten pornografi, seseorang bisa melakukan psikiterapi atau konsultasi psikologi. Dengan psikoterapi, nanti ada beberapa metode terapi bisa dilakukan. Bila kecanduan ini terjadi karena ada masalah dengan pasangan sesungguhnya, bisa melakukan konseling pasangan. 

Sehingga dapat dimediasi oleh konselor untuk mencari tahu akar permasalahannya. Atau bisa juga diberi obat jika memang pemicu mengonsumsi konten pornografi itu karena ada gangguan di otaknya, di saraf pusatnya.  

(TIN)