FITNESS & HEALTH

Cara Pengobatan Kelainan Bentuk Tulang dengan Limb Lengthening & Reconstruction

Raka Lestari
Rabu 20 Oktober 2021 / 17:48
Jakarta: Adakah kerabat atau keluarga yang memiliki kelainan tulang pada lengan atau tungkai kaki akibat cedera atau bawaan lahir? Untuk mengatasi hal tersebut saat ini bisa dilakukan tindakan limb lightening & reconstruction.

Tindakan limb lengthening & reconstruction dapat mengatasi kelainan tulang tersebut. Tindakan ini dapat dilakukan mulai usia anak hingga dewasa.

"Limb lengthening and reconstruction adalah salah satu bidang ortopedi untuk melakukan pemanjangan alat gerak di lengan dan tungkai kaki pada beberapa keadaan. Misalnya, tungkai kaki tidak sama panjang (leg length discrepancy) atau untuk menambah tinggi badan," jelas dr. Faisal Miraj, Sp.OT (K), Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak, di RS Pondok Indah dan RSPI Bintaro Jaya.

Pada bidang ini juga dapat dilakukan koreksi kelainan bentuk. Seperti tulang yang bengkok dan melengkung, penanganan infeksi tulang, hilangnya sebagian segmen tulang, karena cedera atau infeksi tulang yang luas.

"Serta keadaan di mana patah tulang yang tidak dapat menyambung atau disebut non-union, maupun patah tulang yang menyambung dengan bentuk yang tidak normal, baik bengkok, berputar atau memendek," kata dr. Faisal.
 

Penanganan dengan teknik pembedahan minimal invasive


Prosedur limb lengthening and reconstruction dilakukan dengan metode pembedahan minimal invasive. Pembedahan ini menggunakan sayatan berukuran kecil, sehingga tidak banyak merusak jaringan lunak sekitar tulang. Masa pemulihan pasien pun diharapkan dapat lebih cepat dengan risiko infeksi lebih kecil.

"Tata laksana pembedahan ini dimulai dengan pemasangan alat di luar tungkai kaki pasien atau external fixator seperti alat limb reconstruction system, ilizarov konvensional, maupun computerized. Kemudian dilakukan osteotomy atau pemotongan tulang. Selanjutnya, dengan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan proses pemanjangan berkala dan juga koreksi kelainan bentuk lain seperti meluruskan tungkai yang bengkok atau terputar," jelas dr. Faisal.

Setelah tindakan bedah, pasien memerlukan 2 – 3 hari untuk menjalani program fisioterapi awal. Fisioterapi yang dilakukan bertujuan untuk early mobilization atau percobaan berjalan awal dengan bantuan tongkat, walker, maupun kursi roda.

"Biasanya dokter akan menilai luka operasi dalam waktu 1 – 2 minggu setelah dilakukannya tindakan. Apabila tidak ada infeksi dan luka kering dengan baik, maka dapat langsung dilakukan pencabutan benang serta edukasi perawatan mandiri terhadap alat bantu yang sedang digunakan," tutup dr. Faisal.
(FIR)