FITNESS & HEALTH

Waspada Patah Tulang, Osteoporosis Tak Ada Gejalanya

Kumara Anggita
Kamis 08 April 2021 / 13:00
Jakarta: Berbeda dengan penyakit pada umumnya, osteoporosis yang merupakan kondisi ketika tulang menjadi lemah dan rapuh tidak menunjukkan gejala sama sekali. Oleh karena itu, kamu perlu waspada untuk menghindarinya dan segera mendeteksinya.

Dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR, Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) menjelaskan ini terjadi karena kerusakan terjadi di dalam tulang. Hal itu membuat kamu tidak merasakan apa-apa.

“Penyakit lain mungkin ada keluhan, sakit kepala, demam dan lainnya namun osteoporosis tidak ada gejala sama sekali,” jelasnya dalam media briefing dengan tema "Investasi pada Tulang, Sendi dan Otot Penting untuk Kesehatan Menyeluruh" oleh Anlene.


osteo
(Media briefing dalam acara "Investasi pada Tulang, Sendi dan Otot Penting untuk Kesehatan Menyeluruh". Foto: Istimewa)


“Karena pengeroposan terjadi di dalam tulang yang tidak menimbulkan rangsangan nyeri dan sebagainya,” lanjutnya.

Kamu baru merasakan sesuatu ketika tulang sudah retak atau patah. Di sinilah mungkin beberapa orang baru ke dokter dan mendapat diagnosa osteoporosis.

“Gejala itu baru muncul ketika sudah patah tulang atau retak. Baru timbul nyeri. Oleh karena itu, jangan sampai terlambat mengenal osteoporosis,” jelasnya. 

Untuk itu, ia mengingatkan agar semua orang bisa investasi pada tulangnya. Ini bisa dilakukan dengan konsumsi makanan yang tepat dan melakukan aktivitas yang sehat.

“Saat kita melakukan aktivitas fisik atau berolahraga, jantung akan terpacu untuk membawa oksigen dan nutrisi, serta meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk ke sendi dan tulang," paparnya.

"Apabila sirkulasi darah lancar, maka pembagian oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh lebih optimal dan memengaruhi kesehatan secara menyeluruh,” tutupnya. 

(TIN)