FITNESS & HEALTH

Tindakan Pencegahan jika Memiliki Risiko Kanker

Raka Lestari
Kamis 22 April 2021 / 14:16
Jakarta: Salah satu faktor risiko terjadinya kanker, yang tidak bisa dihindari adalah faktor keturunan. Meskipun demikian, ada beberapa faktor lain yang bisa dihindari agar tidak terjadi kanker. Berdasarkan data dari Globocan pada 2020, di Indonesia kasus kanker didominasi oleh payudara, serviks, paru, dan kolon.

“Memang betul, sampai saat ini kita tidak mengetahui apa penyebab kanker. Yang kita tahu adalah faktor risiko,” ujar Dr. dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B (K) Onk – Dokter Spesialis Onkologi di RS Omni Alam Sutra, dalam webinar: Cegah Kanker, Deteksi Dini Sekarang Juga.

Menurut dr. Denni, faktor risiko yang tidak bisa diubah adalah keluarga. Lalu apa yang harus dilakukan? Cek kesehatan secara berkala, menjadi langkah yang penting sekali. Misalnya seperti untuk kanker payudara, wanita bisa melakukan SADARI.

“Jika ada masalah, ketika sedang meraba payudara ada benjolan, kelainan di kulit sekitar payudara, keluarnya cairan dari puting payudara maka harus segera periksakan segera ke dokter untuk konsultasi. Setelah cek kesehatan, yang harus diperhatikan juga adalah gaya hidup,” tambahnya.

Untuk gaya hidup,  yang bisa menjadi pemicu kanker misalnya obesitas. Selain itu, aktivitas fisik seperti olahraga juga harus diperbanyak. Dan juga istirahat yang cukup.

"Sekarang ini kan kita selalu pegang handphone, laptop, menggunakan komputer, usahakan untuk istirahat yang cukup,” ujar dr. Denni.

“Dan yang perlu dilakukan juga adalah hindari stres tentunya. Itulah modal hidup sehat, sehingga bisa mencegah terjadinya kanker walaupun memiliki faktor risiko yang tidak bisa dihindari seperti faktor keturunan,” tutur dr. Denni.

Menurut dr. Denni, deteksi dini kanker juga sangat penting. Menemukan sebelum menjadi kanker (lesi prekanker) sebelum atau saat masih berukuran kecil atau stadium dini dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Ditekankan pula agar waspada terhadap terapi alternatif yang 'tanpa efek samping' sekalipun, karena itu bisa berbahaya dengan menimbulkan penundaan untuk melakukan terapi dan memberi kesempatan kanker untuk bisa tumbuh dan berkembang.
(FIR)