FITNESS & HEALTH

Beberapa Penyakit yang Diawali dengan Nyeri Pinggang

Raka Lestari
Jumat 30 April 2021 / 15:09
Jakarta: Nyeri pinggang dikenal juga dengan lumbago. Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit, tapi merupakan gejala dari beberapa jenis masalah medis.

Lumbago bisa juga terjadi karena ada masalah dengan organ di sekitarnya, seperti ginjal. Dan pada umumnya, sakit pinggang akan sembuh tanpa perlu operasi.

Dikutip dari Healthline, berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya sakit pinggang:
 

1. Cedera


Cedera pada otot atau strain seringkali menyebabkan sakit pinggang. Cedera ini biasanya terjadi ketika sedang mengangkat atau membawa suatu barang pada posisi yang tidak tepat dan melakukan gerakan yang cepat secara tiba-tiba.

Cedera otot ini juga bisa terjadi karena aktivitas berlebihan. Sebagai contoh adalah rasa pegal dan kaku yang terjadi setelah beberapa jam berkebun atau berolahraga.
 

2. Arthritis


Osteoartritis tulang belakang juga merupakan penyebab potensial sakit pinggang. Ini disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan sendi di punggung bawah. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan tulang belakang, atau stenosis tulang belakang.
 

3. Osteoporosis


Hilangnya kepadatan tulang dan penipisan tulang, yang disebut osteoporosis, dapat menyebabkan patah tulang kecil pada tulang belakang. Fraktur ini dapat menyebabkan rasa sakit yang parah dan disebut sebagai fraktur kompresi.
 

4. Penyebab lain dari sakit pinggang


Ada banyak penyebab potensial sakit pinggang lainnya, tetapi kebanyakan jarang terjadi. Pastikan untuk menemui dokter jika kamu mengalami sakit punggung biasa yang tidak kunjung sembuh. Pada saat ini, biasanya dokter akan melakukan pengetesan untuk mengetahui penyebab tepatnya dari saking pinggang yang dialami.

Penyebab tersebut di antaranya adalah:

- Perpindahan satu tubuh vertebral ke yang lain, disebut spondylolisthesis degeneratif.

- Hilangnya fungsi saraf di sumsum tulang belakang bagian bawah, yang disebut sindrom cauda equina (keadaan darurat medis).

- Infeksi jamur atau bakteri pada tulang belakang, seperti Staphylococcus, E. coli, atau tuberkulosis.

- Kanker atau tumor non-ganas di tulang belakang.

- Infeksi ginjal atau batu ginjal.
(FIR)