FITNESS & HEALTH

Deretan Penyakit 'Pembunuh' Lelaki Paruh Baya Terbanyak

Raka Lestari
Rabu 11 November 2020 / 12:08
Jakarta: Setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Dan sebaiknya, para ayah juga jangan lupa untuk selalu menjaga dan peduli terhadap kesehatannya. Dengan menjaga kesehatan, tentunya diharapkan bisa memperpanjang usia.

Dan dikutip dari Medicine Net, berikut ini adalah deretan penyakit yang terkenal paling banyak membunuh pria:
 

1. Penyakit jantung 


Faktor risiko utama penyakit jantung (dan stroke serta penyakit pembuluh darah perifer) diantaranya adalah merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan riwayat keluarga. 

Meskipun seseorang tidak dapat mengontrol riwayat keluarga mereka, faktor-faktor lain dapat dikontrol dan risikonya diminimalkan. Ini adalah kewajiban seumur hidup untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
 

2. Kanker


Kanker paru-paru adalah pembunuh nomor satu diantara kanker pada pria, dan sebagian besar dapat dicegah. Merokok menyebabkan 90 persen dari semua kanker paru-paru.

Tembakau dalam berbagai bentuknya termasuk tembakau tanpa asap atau tembakau kunyah terkait dengan berbagai jenis kanker lainnya termasuk kanker mulut, tenggorokan, dan laring.
 

3. Cedera


Kecelakaan sangat mungkin terjadi dan kunci untuk mengurangi risiko kematian adalah dengan menggunakan akal sehat dan menghindari situasi yang berpotensi menimbulkan berbahaya. 

Kebiasaan sederhana seperti menggunakan seatbelt saat menyetir, menggunakan helm pada saat bersepeda, bermain skateboard, atau aktivitas lainnya di mana kepala bisa cedera dapat mengurangi risiko kematian pada saat kecelakaan.


stroke
(Segera ke rumah sakit jika kamu melihat adanya tanda-tanda stroke seperti wajah terkulai, kelemahan lengan, dan ucapan cadel atau tidak jelas. Foto:Ilustrasi/Pexels.com)
 

4. Stroke 


Stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu, menyebabkan sel-sel otak mati. Aliran darah dapat terganggu oleh berbagai mekanisme. Hal ini dapat terjadi karena suplai darah terputus (iskemia) atau karena telah terjadi perdarahan di otak (perdarahan). 

Stroke iskemik terjadi karena berbagai alasan termasuk penyempitan pembuluh darah di otak secara bertahap atau dari gumpalan darah yang membengkak (atau mengalir) dari jantung.
 

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)


Emfisema dan bronkitis kronis adalah dua jenis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan keduanya paling sering disebabkan oleh merokok.

Karena racun dalam asap, jaringan paru-paru rusak dan kehilangan kemampuannya untuk mentransfer oksigen dari udara yang dihirup ke dalam aliran darah. Gejala PPOK diantaranya sesak napas dan mengi. COPD meningkatkan risiko infeksi paru-paru termasuk pneumonia.
 

6. Influenza dan pneumonia


Gaya hidup yang sehat dan tubuh yang sehat membuat sistem kekebalan yang kuat dapat melawan infeksi umum seperti influenza (flu). Penting untuk mengikuti rekomendasi kesehatan masyarakat untuk imunisasi rutin untuk mengurangi risiko tertular flu, dan komplikasinya seperti pneumonia.
(TIN)