FITNESS & HEALTH

Operasi Laparoskopi Jadi Pilihan Utama Kanker Prostat Stadium Awal

Raka Lestari
Kamis 18 Februari 2021 / 14:47
Jakarta: Kanker prostat merupakan kanker yang terjadi di prostat, sebuah kelenjar kecil berbentuk buah kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani sebagai pemberi makan dan pengangkut sperma.

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum. Banyak kanker prostat tumbuh perlahan dan terbatas pada kelenjar prostat, dimana mereka mungkin tidak menyebabkan kerusakan yang serius.

"Pengaplikasian teknik Laparascopic Radical Prostatectomy (LRP) dalam penatalaksanaan kanker prostat telah terbukti memberikan efek komplikasi lebih ringan jika dibandingkan dengan operasi terbuka pengangkatan prostat, durasi rawat lebih singkat, jumlah pendarahan lebih sedikit, serta risiko infeksi lebih rendah," ujar dokter spesialis uro-onkologi Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U (K), PhD, dalam Virtual Media Briefing, pada Rabu, 17 Februari 2021.

Ia juga menambahkan, "Selain itu, bila menggunakan visualisasi 3D intra operasi akan memberikan manfaat tambahan dalam proses pengangkatan prostat, diantaranya durasi operasi lebih singkat, luaran yang lebih baik jika dibandingkan dengan laparoskopi standar serta mempermudah operator dalam melakukan manuver-manuver selama operasi," ujar Prof. Chaidir.

Operasi laparoskopi merupakan pilihan utama dalam penanganan kanker prostat stadium awal. Namun perlu diingat, pilihan terapi pada kanker prostat baik operasi, radiasi, hormonal, kemoterapi bergantung pada stadium kanker serta kondisi pasien.

Umumnya, tumor lokal dapat ditatalaksana dengan pembedahan dan radiasi, sedangkan tumor yang sudah menyebar perlu penatalaksanaan khusus dengan terapi hormonal atau kemoterapi.

“Keuntungan yang didapatkan dari laparoskopi dibandingkan dengan terapi yang lain adalah bahwa tumor primernya diangkat sehingga eradikasi kanker lebih baik. Karena itu, konsultasi dengan dokter penting dilakukan untuk menentukan pilihan tatalaksana yang terbaik,” jelas Prof. Chaidir.

Kanker prostat adalah jenis kanker dengan jumlah angka kejadian terbanyak ke-4 di seluruh dunia dan menempati urutan ke-2 kanker  yang diderita oleh pria setelah kanker paru.

Berdasarkan Global Cancer Statistics pada tahun 2018, diperkirakan sebanyak 1,2 juta kasus baru muncul di seluruh dunia dan 359.000 kematian disebabkan oleh kanker prostat. 

Kondisi ini terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker prostat dan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan dini, terutama pada populasi risiko tinggi.

(TIN)