FITNESS & HEALTH

Fakta-fakta Rokok dan Produk Tembakau Alternatif, Mana yang Lebih Berbahaya?

Adri Prima
Rabu 22 September 2021 / 19:44
Jakarta: Merokok jelas merupakan sebuah kebiasaan buruk karena berpotensi merusak kesehatan. Bagi sebagian orang yang sulit berhenti merokok, biasanya mereka akan beralih ke produk tembakau alternatif. 

Namun begitu, tidak sedikit pula masyarakat yang menganggap tembakau alternatif sama berbahayanya dengan rokok. Lalu bagaimana fakta sebenarnya? 

Jika mengacu pada penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, merokok berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke sebanyak 2 sampai 4 kali hingga bisa memicu kanker yang berasal dari kandungan TAR pada rokok. 

Selain itu, dari sebanyak 7.000 bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam asap rokok, 2.000 diantaranya terdapat pada TAR.

Ahli onkologi bedah di Mercy Medical Center, Baltimore, Kurtis A. Campbell menyimpulkan dengan berhenti merokok seseorang bisa menurunkan resiko dampak buruk tersebut. “Tidak diragukan lagi, jika berhenti merokok, Anda secara dramatis menurunkan risiko,” kata Kurtis A. Campbell dikutip dari Yahoo Life, Rabu 22 September 2021. 

Sementara itu, berbeda dengan rokok, produk tembakau alternatif memiliki cara kerja yang berbeda, yakni tanpa membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan dua zat berbahaya seperti TAR maupun karbon monoksida. 

Produk tembakau alternatif hanya memanaskan tembakau untuk menghasilkan nikotin. Hasil dari penggunaan produk tembakau alternatif yang dipanaskan adalah aerosol (uap) serta tidak menghasilkan TAR. 

“Keyakinan yang salah bahwa produk tembakau alternatif sama berbahayanya dengan merokok dapat mencegah ribuan perokok beralih ke produk ini untuk membantu mereka berhenti,” kata Profesor Lion Shahab dari Universitas College London, seperti dikutip dari The Guardian. 

Selain itu, lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, dalam Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 menyebutkan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko yang lebih rendah hingga dibanding rokok. 
(PRI)