FITNESS & HEALTH

Gizi Buruk dan Stunting, Kemenkes Ingin Galakkan Kebiasaan Minum Susu

Rendy Renuki H
Sabtu 05 Juni 2021 / 20:15
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ingin menggalakkan kebiasaan minum susu.  Permasalahan gizi buruk dan stunting pada anak yang masih tinggi terjadi di Indonesia menjadi alasannya.

Data Kemenkes, prevalensi gizi buruk dan kurang gizi pada anak balita di Indonesia mencapai 17,7 persen. Sayang, konsumsi susu terutama bagi anak di Indonesia masih rendah, yang menyebabkan kasus gizi buruk dan stunting tinggi.

Konsumsi susu di Indonesia rerata hanya 16,27 kg/kapita/tahun, sesuai catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020. Jauh di bawah negara ASEAN lainnya seperti Malaysia (36,2/kg/kapita/tahun), Myanmar (26,7kg/kapita/tahun) dan Thailand (22,2kg/kapita/tahun).

Demi mengatasi permasalahan itu, Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Kartini Rustandi, mendukung kebiasaan minum susu, termasuk bagi anak-anak. Dia juga tetap mengingatkan untuk mengonsumsi makanan sesuai pedoman gizi seimbang berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

"Jadi memang kebutuhan gizi kita harus seimbang termasuk protein, dan susu jadi salah satu bagian untuk orang yang bisa meminumnya. Sehingga, Kemenkes mendukung susu jadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan protein," kata Kartini.

Sementara, ahli gizi fakultas kedokteran Universitas Indonesia Prof Saptawati Bardosono menyarankan pemerintah mengambil langkah konkret dalam upaya mendorong konsumsi susu di Indonesia. Salah satunya dengan memproduksi susu yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Harus ada ketersediaan produk susu yang terjangkau bagi semua. Bagusnya pemerintah memproduksi susu generik ya, supaya bisa murah," tegasnya.

Kampanye untuk meningkatkan konsumsi susu saat ini terus digalakkan. Sebelumnya, Deputi II Kementerian Koordinator Perekonomian Musdhalifah Machmud menekankan pentingnya konsumsi susu bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dia menekankan agar kampanye minum susu segar terus digalakkan. Menurutnya, pada perayaan Hari Susu Nusantara 2021 mendapat dukungan dari tiga Kementerian, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Perdagangan.

"Kampanye minum susu ini untuk membangun semangat energi masa depan bangsa, dan terbukti didukung oleh tiga kementerian memberikan kampanye semangat minum susu sapi segar. Semoga ini bisa disebarkan ke masyarakat luas," ungkapnya.
(ACF)