FITNESS & HEALTH

Alasan Terkena Kanker Paru Membutuhkan Waktu yang Lama

Raka Lestari
Sabtu 28 Agustus 2021 / 06:14
Jakarta: Kebiasaan merokok bisa menjadi salah satu faktor risiko kanker paru. Akan tetapi, kebiasaan merokok tidak akan langsung menyebabkan kanker paru saat itu juga. Ada waktu yang cukup lama bagi seorang perokok untuk akhirnya bisa mengembangkan penyakit kanker paru ini.

"Tubuh kita itu setiap saat bermutasi. Dan kanker itu sekitar 90 persen disebabkan karena faktor lingkungan," jelas Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, MPd.Ked, FINASIM, FACP, Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dalam Virtual Media Briefing Hari Kanker Paru Sedunia 2021.

Saat ini pun, kata Prof. Aru, sedang ada mutasi dalam sel kita yang bisa menyebabkan kanker.   Lalu kenapa ada yang kena dan yang tidak kena? Karena kita memiliki sistem kekebalan tubuh yang memperbaiki kerusakan itu.

"Kalau kemampuan perbaikan itu dikalahkan oleh paparan maka bisa kena penyakitnya," ujar Prof. Aru.

"Kalau paru-paru kita dirusak oleh penyakit lain, misal karena PPOK dan kebiasan merokok maka kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang mutasi tadi jadi berkurang. Sehingga yang menang adalah yang jahat, yaitu kanker paru-parunya," jelas Prof. Aru.

Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid,FINASIM, FACP dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik RSCM, juga menjelaskan bahwa, kebiasaan merokok bukan satu-satunya yang menyebabkan kanker paru. Faktor lingkungan lain seperti polusi udara, kemacetan, zat-zat berbahaya juga perjalanannya sama dengan kebiasaan merokok.

"Semuanya tidak bisa dalam waktu cepat, lalu bisa menyebabkan kanker paru. Butuh waktu karena perubahan mutasi yang simultan kombinasi ada banyak. Sehingga baru pada usia tertentu muncul perubahan pada gen yang akhirnya mengendalikan pertumbuhan sel yang berbahaya untuk sel normal," jelas dr. Ikhwan.

Menurut dr. Ikhwan, perubahan sel-sel dan gen tidak akan terjadi dalam waktu 1-2 hari. Oleh karena itu, terlihat ketika orang terkena kanker, terutama kanker paru baru akan dirasakan pada usia senja.

"Kebiasaan merokoknya memang sudah dimulai dari remaja, tapi mungkin baru pada usia 40 atau 50 tahun ke atas muncul kankernya," tutup dr. Ikhwan.

Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.
(FIR)