FITNESS & HEALTH

5 Cara Aman Pakai Minyak Kelapa Saat Kehamilan

Mia Vale
Rabu 05 Januari 2022 / 07:59
Jakarta: Selama menjalani kehamilan, umumnya banyak pantangan yang harus dilakukan oleh wanita hamil. Sebut saja yang paling sering, anjuran perbanyak minum air putih dan banyak istirahat. 

Wajar saja bila kamu ingin memastikan aman tidaknya setiap hal yang kamu konsumsi atau dipakai di tubuh. Minyak kelapa, misalnya. Ini merupakan bahan makanan populer yang juga mendapat nilai tinggi sebagai pelembap kulit yang bagus.

Namun begitu, walaupun baik, apakah minyak kelapa aman digunakan selama kehamilan? Berikut beberapa hal yang perlu kau ketahui tentang minyak yang satu ini. Mulai dari penggunaan selama hamil sampai pertanyaan apa yang harus ditanyakan kepada dokter kandungan.
 

Memasak dengan minyak kelapa saat hamil 


Minyak kelapa dianggap sebagai makanan super. Secara nutrisi, itu adalah 100 persen lemak, 80 hingga 90 persen di antaranya adalah lemak jenuh. Selama kehamilan, lemak yang dimakan memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan plasenta dan organ bayi. 

Kamu bisa menggunakan minyak untuk menumis sayuran atau untuk mengganti minyak lainnya saat memanggang. Jadi, pakah mengonsumsi minyak kelapa aman selama kehamilan? Ya, asalkan kamu tidak alergi dan tidak berlebihan. Tapi ingat, jangan kebanyakan ya!


minyak kelapa saat hamil
(Menurut penelitian, minyak dari kelapa murni ini dapat membantu penyembuhan luka sekaligus melembapkan kulit yang kering dan teriritasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 
 

Minyak kelapa untuk dermatitis atopik 


Asam lemak dalam minyak kelapa membuatnya sangat melembapkan kulit. Dermatitis atopik (eksem) adalah salah satu kondisi kulit paling umum yang dialami orang selama kehamilan.  Minyak kelapa murni dapat dioleskan ke area yang terkena sesuai kebutuhan. 

Menurut tinjauan penelitian 2019, minyak ini dapat memberikan beberapa sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antibakteri penting yang membantu penyembuhan luka sekaligus melembapkan kulit yang kering dan teriritasi. 

Meskipun tidak banyak penelitian tentang penggunaan minyak kelapa untuk dermatitis atopik selama kehamilan, penelitian pada populasi umum tidak menunjukkan masalah apa pun dengan mengoleskan minyak kelapa murni ke kulit kamu. 
 

Minyak kelapa untuk stretch mark 


Tubuh ibu hamil tumbuh saat bayi di dalam perut tumbuh. Semua peregangan kulit ini dapat menyebabkan stretch mark di perut, paha, pantat, lengan, dan lainnya. Menjaga kulit tetap lembap dapat membantu mencegah stretch mark. 

Meskipun tidak banyak penelitian tentang penggunaan minyak kelapa untuk stretch mark. Tinjauan penelitian 2017 tentang minyak nabati menunjukkan bahwa minyak kelapa murni dapat membantu penyembuhan luka, terutama dengan produksi kolagen di dalam dan sekitar luka. 

Minyak kelapa juga dapat mengurangi peradangan pada kulit (yang dapat memperbaiki tampilan keseluruhan stretch mark), tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan. Sekali lagi, mengoleskan minyak kelapa murni ke kulit tampaknya aman selama kehamilan. 
 

Minyak kelapa untuk rambut  


Rambut kamu mungkin ekstra tebal dan mewah selama kehamilan. Atau mungkin lemas dan tidak bersemangat. Nah, minyak kelapa dapat digunakan secara topikal pada rambut sebagai perawatan pengondisian. 

Sebuah tinjauan penelitian tahun 2003 menunjukkan bahwa MCFA dapat masuk jauh ke dalam batang rambut kamu dan mengurangi kehilangan protein pada rambut yang rusak dan tidak rusak. 

Tidak ada indikasi bahwa penggunaan minyak kelapa pada rambut berbahaya selama kehamilan. Apa pun yang kamu lakukan, mulailah dengan sedikit minyak kelapa murni. Hangatkan di antara telapak tanganmu dan oleskan ke ujung rambut, hindari akar dan kulit kepala.
 

Minyak kelapa sebagai pengobatan wasir 


Wasir adalah keluhan umum selama kehamilan dan masa nifas. Mereka melibatkan varises bengkak di bagian dalam atau luar anus dan rektum kamu. Satu studi kecil tahun 2019 yang melibatkan wanita hamil mengungkapkan bahwa minyak kelapa dapat meredakan ketidaknyamanan (nyeri, gatal) dari wasir lebih dari sekadar tindakan gaya hidup. 

Sejauh keamanan berjalan, tidak ada reaksi merugikan yang dicatat dari penggunaan minyak kelapa. Penting untuk diketahui bahwa penelitian ini pada wasir kelas 1 dan 2. 

Minyak kelapa mungkin aman untuk dikonsumsi dan digunakan secara topikal untuk berbagai alasan selama kehamilan. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai berbagai manfaat dan risiko. 

Jika kamu mengalami rasa sakit, ketidaknyamanan, atau hanya ingin mencoba sesuatu yang baru, hubungi dokter kamu untuk mengetahui pengobatan rumahan, seperti minyak kelapa, yang aman untuk digunakan selama kehamilan.
(TIN)