FITNESS & HEALTH

Penelitian: Sinovac Efektif Lindungi Nakes dari Kematian Hingga 98%

Kumara Anggita
Kamis 13 Mei 2021 / 14:00
Jakarta: Sinovac adalah salah satu vaksin yang digunakan di Indonesia dalam program pemberian vaksinasi covid-19 oleh pemerintah. Penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin ini efektif melindungi tenaga kesehatan di dosis kedua.

Pandji Dhewantara membagikan penelitian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI terkait estimasi efektivitas vaksin Inactivated SARS-CoV-2 (coronavac) terhadap Infeksi covid-19 bergejala pada tenaga kesehatan. 

Ia menyebutkan bahwa studi yang dilakukan menggunakan data sekunder vaksinasi, PCR, dan data perawatan RS selama periode 13 Januari – 18 Maret 2021 pada tenaga kesehatan di DKI Jakarta.
 

Efektif cegah gejala


Penelitian ini dilakukan pada 128.290 orang, berusia lebih dari 18 tahun dan tidak memiliki riwayat covid-19. Dan ditemukan bahwa vaksin efektif dalam mencegah covid-19 bergejala.

“Vaksinasi efektif dalam mencegah 94 persen covid-19 bergejala pada hari ke-28 hingga 63 hari setelah dosis kedua,” jelasnya dalam konferensi pers ‘Update Vaksinasi Covid -19: Efektivitas Vaksin Sinovac terhadap Tenaga Kesehatan’ oleh Kementerian Kesehatan.


vaksin
(Pandji Dhewantara membagikan penelitian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang hasilnya, vaksin Sinovac efektif melindungi dari kematian hingga 98 persen. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

Efektif cegah perawatan karena covid-19


Selanjutnya, ia juga menyebutkan bahwa vaksin ini efektif mencegah perawatan karena covid-19. "Vaksinasi efektif dalam mencegah 96 persen perawatan karena covid-19 pada hari ke-28 setelah dosis kedua,” paparnya. 

Dari total 91.777 orang hanya ada 7 orang yang sudah divaksinasi dosis 2 yang perlu dirawat. Sebelumnya, dari total 28.055 orang yang belum divaksin ada 102 orang yang perlu dirawat.
 

Efektif cegah kematian karena covid-19


“Vaksinasi efektif dalam mencegah 98 persen kematian karena covid-19 pada hari ke-28 hingga 63 hari setelah dosis kedua,” paparnya.

“Dari total 28.055 orang yang belum divaksin ada 17 orang yang meninggal dunia. Lalu dari 8.458 orang yang sudah divaksinasi dosis 1 ada 3 orang yang meninggal. Dan dari total 91.777 orang yang sudah divaksinasi dosis 2, data menunjukkan ada 1 yang meninggal,” lanjutnya.

Dari paparan yang ia bagikan, ia menyimpulkan kembali bahwa dosis pertama vaksin mampu mencegah covid-19 pada hari ke-28 hingga ke-63 hingga 13 persen.

Dan dosis kedua yang lengkap, vaksin secara efektif mencegah kemampuan covid-19. “(Sebanyak) 94 persen (efektif) mencegah covid-19 pada hari ke-28 hingga ke-63. (Dan) 96 persen mencegah perawatan pada hari ke-28, dan 98 persen efektif mencegah kematian,” tutupnya.

(TIN)