FITNESS & HEALTH

3 Jenis Masker yang Direkomendasikan pada Masa Pandemi

Raka Lestari
Rabu 07 Oktober 2020 / 12:07
Jakarta: Selain melakukan jaga jarak sosial dan mempraktikkan kebersihan seperti mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker juga bisa menjadi cara yang mudah, murah, dan efektif untuk mencegah penularan covid-19.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengajak semua orang untuk menggunakan masker atau penutup wajah ketika berada di ruang publik. Lalu, jenis masker seperti apa yang paling baik untuk menghindari penularan covid-19 ketika berada di luar ruangan?

Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah beberapa jenis masker yang bisa kamu pilih:

Respirator 

Respirator sangat efektif dalam menyaring patogen di udara. Untuk bisa digunakan, respirator harus memenuhi standar filtrasi ketat yang ditetapkan oleh National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Diameter virus corona diperkirakan 125 nanometer (nm). Dengan mengingat hal ini, ada baiknya untuk mengetahui bahwa:

- Respirator N95 bersertifikat dapat menyaring 95 persen partikel yang berukuran 100 hingga 300 nm.
- Respirator N99 memiliki kemampuan menyaring 99 persen partikel berukuran 100 hingga 300 nm.
- Respirator N100 dapat menyaring 99,7 persen partikel berukuran 100 hingga 300 nm.


(Masker bedah menjadi salah satu masker yang direkomendasikan oleh CDC. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Masker bedah

Ada berbagai jenis masker bedah. Pada umumnya, masker bedah hanya bisa digunakan sekali pakai dengan bentuk persegi panjang dengan lipatan yang melebar untuk menutupi hidung, mulut, dan garis rahang. Biasanya terbuat dari kain sintetis yang bersifat breathable. 

Tidak seperti respirator, masker bedah tidak harus memenuhi standar filtrasi NIOSH. Mereka tidak diharuskan untuk membentuk segel kedap udara di area wajah yang tertutupi masker.

Terlepas dari perbedaan dalam kesesuaian dan kapasitas filtrasi, uji coba secara acak menemukan bahwa masker bedah dan respirator N95 mengurangi risiko para sukarelawan dari berbagai penyakit pernapasan dengan cara yang serupa.

Masker kain

Masker buatan sendiri yang biasanya terbuat dari kain katun memang tidak terlalu efektif dalam melindungi si pemakai karena kebanyakan masih ada celah di sekitar hidung, pipi, dan garis rahang sehingga droplet masih bisa terhirup. Selain itu, masker kain biasanya memiliki pori-pori yang lebih besar dan tidak dapat menyaring droplet yang berukuran sangat kecil.

Meskipun tidak terlalu efektif, masker kain bisa menjadi solusi pada situasi pandemi seperti sekarang ketika terjadi kelangkaan masker. Selain itu, beberapa eksperimen juga menemukan bahwa menggunakan masker kain masih lebih baik dibandingkan tidak memakai masker sama sekali.
(yyy)