FITNESS & HEALTH

5 Cara Mengatasi Depresi Pramenstruasi

Kumara Anggita
Kamis 18 Februari 2021 / 15:46
Jakarta: Sindrom pramenstruasi atau PMS sering membuat para perempuan jadi lebih emosional dibandingkan hari-hari mereka biasanya. Bahkan beberapa merasa seperti depresi.

Dikutip dari Healthline, para ahli tidak yakin tentang penyebab pasti dari PMS. Akan tetapi kemungkinan kondisi ini terkait dengan fluktuasi hormonal yang terjadi selama paruh kedua siklus menstruasi. Pergeseran hormon dapat menyebabkan gejala fisik dan emosional.

Kamu bisa mengontrol permasalahan ini dengan melakukan beberapa tips seperti:
 

1. Lacak gejala


Jika kamu belum melakukannya, mulailah mencatat siklus menstruasi dan emosimu melalui tahapan yang berbeda. Cara ini akan membantu kamu memastikan bahwa gejala depresi kamu memang terkait dengan siklusmu. Mengetahui bahwa ada alasan kamu merasa sedih juga dapat membantu menjaga perspektif kamu tidak terlalu jauh dan menawarkan beberapa validasi.

Kamu dapat melacak siklus dan gejala itu menggunakan aplikasi pelacakan haid di ponsel atau kamu juga bisa mencetak grafik atau membuatnya sendiri.
 

2. Menggunakan kontrol kelahiran hormonal


Metode kontrasepsi hormonal, seperti pil dapat membantumu mengatasi gejala PMS. Bagi sebagian orang, pil KB juga dapat membantu mengatasi gejala emosional, termasuk depresi.
 

3. Pengobatan alami


Beberapa vitamin dapat membantu meringankan gejala depresi terkait PMS. Uji klinis menemukan bahwa suplemen kalsium membantu depresi terkait PMS, perubahan nafsu makan, dan kelelahan.

Kamu juga bisa mencari kalsium ini dari makanan atau minuman langsung seperti susu, yogurt, keju, sayuran hijau, jus jeruk dan masih banyak lagi. Jangan berkecil hati jika kamu tidak langsung melihat hasilnya. Diperlukan waktu sekitar tiga siklus menstruasi untuk melihat perbaikan gejala saat mengonsumsi kalsium.
 

4. Perubahan gaya hidup


Perubahan gaya hidup tentunya juga bisa membantu. Cobalah untuk lebih rutin berolahraga. Berjalan-jalan setiap hari dapat mengurangi gejala depresi, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi.

Perhatikan pula asupan gizimu. Cobalah untuk menahan keinginan ngemil makanan cepat saji. Gula, lemak, dan garam dalam jumlah besar dapat merusak mood kami.

Terakhir jangan lupa pula untuk tidur yang cukup. Cobalah untuk tidur setidaknya tujuh hingga delapan jam setiap malam, terutama dalam satu atau dua minggu menjelang menstruasi.
 

5. Pengobatan


Jika pilihan pengobatan lain tidak membaik, mengonsumsi antidepresan dapat membantu. Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) adalah jenis antidepresan yang paling umum digunakan untuk mengobati depresi terkait PMS.
(FIR)