FITNESS & HEALTH

Bumil, Ini Pola Makan yang Sehat untuk Membantu Perkembangan Janin

Raka Lestari
Kamis 06 Mei 2021 / 12:43
Jakarta: Memenuhi nutrisi yang seimbang sangatlah penting pada saat sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Pola makan yang sehat juga bisa memberikan dampak yang sangat besar untuk perkembangan bayi yang ada dalam kandungan.

Menurut WebMD, seorang wanita yang sedang hamil sebaiknya memenuhi pola makan seperti berikut ini:

- Mengonsumsi lima porsi buah dan sayuran segar (termasuk setidaknya satu porsi sayuran berwarna oranye, dua porsi sayuran berdaun hijau tua, dan satu porsi buah jeruk)

- Enam porsi roti gandum dan sereal yang sudah difortifikasi. 

- Tiga porsi susu tanpa lemak atau rendah lemak atau produk susu

- Dua hingga tiga porsi daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, atau kacang dan kacang polong kering yang dimasak

- Delapan gelas air atau lebih dalam sehari

Panduan makan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat sangatlah mudah dan gampang dilakukan. Kapan, di mana, dan seberapa banyak yang harus dimakan sangatlah fleksibel dan biasanya tergantung pada kebutuhan masing-masing individu.


(Pastikan Bumil terhidrasi dengan minum delapan gelas atau lebih air dalam sehari. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Seorang wanita hamil yang memasuki trimester pertama mungkin bisa memilih camilan untuk sarapan dan makan malam besar jika mereka menderita mual di pagi hari. Namun, pilih sarapan dengan porsi yang lebih besar dan makan malam ringan di trimester terakhir jika heartburn yang menjadi masalah.

Hindari atau batasi kafein (seperti kopi, teh, dan cola) dan hindari alkohol serta tembakau. Karena tidak ada batasan aman yang ditetapkan untuk alkohol, tidak mengonsumsinya sama sekali adalah pilihan terbaik untuk wanita yang sedang hamil.

 

Pentingnya Asam folat 


Memenuhi kebutuhan asam folat juga sangat diperlukan. Sebuah studi Vitamin MRC di Medical College of St.Bartholomew's Hospital di London menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi suplemen asam folat selama pembuahan memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf (NTD).


(FDA mengeluarkan peraturan yang mewajibkan semua produk biji-bijian yang diperkaya, termasuk roti dan pasta, dilengkapi dengan asam folat. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Sejenis cacat lahir di mana tabung saraf embrionik yang membentuk otak masa depan dan tulang belakang gagal menutup dengan benar.

Untungnya, pada tahun 1996 Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengeluarkan peraturan yang mewajibkan semua produk biji-bijian yang diperkaya, termasuk roti dan pasta, dilengkapi dengan asam folat. Setiap wanita selama masa subur harus memastikan mereka mendapatkan setidaknya 400 mikrogram asam folat dari makanan atau suplemen.
(yyy)