FITNESS & HEALTH

Perbedaan 2 Jenis Kanker Paru yang Jarang Diketahui

Raka Lestari
Jumat 27 Agustus 2021 / 09:21
Jakarta: Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan definisi penyakit kanker adalah suatu kumpulan penyakit yang disebabkan oleh kerusakan gen. Penyakit kanker bersifat heterogen karena tergantung pada jenis mutasi gen yang terjadi pada sel dalam organ tubuh seseorang.

Salah satu jenis kanker yang cukup banyak ditemui adalah kanker paru-paru. Menurut Global Cancer Statistic (Globocan) 2020, terdapat 1.796.144 kematian akibat kanker paru di dunia. Di Indonesia, angka kejadian kanker paru meningkat dari sebelumnya 30.023 pada tahun 2018, menjadi 34.783 pada tahun 2020. Angka kematian akibat kanker paru juga meningkat dari sebelumnya 26.069 pada 2018, menjadi 30.843 pada tahun 2020

Menurut dr. Evlina Suzanna Sinuraya, Sp.PA, Spesialis Patologi Anatomi RS Kanker Dharmais, kanker paru biasanya dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu small cell lung cancer  (SCLC/kanker paru sel kecil) dan non-small cell lung cancer (NSCLC/kanker paru bukan sel kecil).

Lanjut dr. Evlina, jenis kanker paru ini tumbuh secara berbeda dan diobati secara berbeda pula. Namun pada dasarnya, NSCLC lebih umum terjadi dibandingkan SCLC.

"Gejala kanker paru bisa berbeda pada setiap orang. Bisa jadi berhubungan langsung dengan paru-parunya, namun jika kanker tersebut sudah menyebar, maka gejala akan lebih spesifik pada bagian tubuh yang terkena penyebarannya," terang dr. Evlina.

“Namun baik NSCLC maupun SCLC, gejala umum yang bisa dilihat adalah batuk yang tak kunjung hilang, batuk darah, nyeri dada hingga sesak napas, penurunan berat badan yang drastis, sakit kepala, hingga sakit tulang.” sambung dr. Evlina.

Dalam 15 tahun terakhir telah banyak perkembangan keilmuan dalam hal biologi molekuler dan patologi yang tentu saja hal ini berakselerasi dengan perkembangan pengobatan terhadap kanker paru.   

Namun demikian hasil akhir pengobatan sangat erat kaitannya dengan kondisi pasien saat pertama kali terdiagnosis. Apakah dalam stadium dini, yang artinya tumor dalam diameter yang kecil dan belum terjadi penyebaran, baik ke kelenjar getah bening maupun ke organ lainnya seperti otak atau pasien datang dalam kondisi stadium lanjut.

Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.
(FIR)